Menu
Pencarian


Gus Yahya Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang dan Berjanji Cari Jalan Keluar Yang Bijaksana

Saiful Mualimin - Minggu, 30 Agustus 2026 18:38
Gus Yahya Minta Pendukung Gus Yusuf Tenang dan Berjanji Cari Jalan Keluar Yang Bijaksana
Gus Yahya meminta pendukung Gus Yusuf tetap tenang dan berjanji ikut mencari jalan keluar yang bijaksana. (Foto: Dokumen)

JOMBANG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berjanji ikut mencari jalan keluar yang bijaksana bagi aspirasi pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya setelah massa yang mengaku sebagai pendukung Gus Yusuf melakukan aksi di sekitar arena Sidang Pleno Muktamar. Massa memprotes ketentuan masa jeda politik satu tahun yang diberlakukan sebagai salah satu syarat pencalonan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Aksi tersebut sempat memanas. Massa pendukung Gus Yusuf terlibat bentrok dengan petugas keamanan saat berusaha mendekati dan masuk ke area sidang pleno. Di tengah situasi tersebut, Gus Yahya meminta massa tidak memaksakan diri dan menjaga ketenangan.

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman yang sekarang sedang melakukan protes di tempat sidang pleno. Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi berjanji akan ikut berusaha mencari jalan keluar yang bijaksana dari persoalan ini agar semua bisa tenang,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menyebut Gus Yusuf sebagai salah satu kader unggulan yang dimiliki NU. Menurutnya, seluruh kader terbaik NU semestinya mendapatkan ruang untuk berkhidmah bagi organisasi.

“Sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul. Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan,” katanya.

Gus Yahya menegaskan, keputusan Muktamar harus tetap dihormati. Namun, keputusan tersebut menurutnya tidak berarti potensi Gus Yusuf kemudian harus tersingkir dari perjalanan organisasi. Ia meminta siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU melalui mekanisme AHWA tetap memberikan ruang kepada Gus Yusuf.

“Siapa pun yang nanti dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi untuk menjadi ketua umum periode yang akan datang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf Chudlori sebagai potensi besar yang harus bisa diambil manfaatnya untuk jam’iyah ini,” tegasnya.

Gus Yahya bahkan membuka kemungkinan memberikan posisi strategis kepada Gus Yusuf apabila dirinya kembali mendapat amanah memimpin PBNU.

“Apabila saya nanti yang ditunjuk oleh para Ahlul Halli wal Aqdi, saya pasti akan mempertimbangkan, memperhitungkan, dan memberikan peran yang strategis untuk Gus Yusuf,” ujarnya.

Persoalan pencalonan Gus Yusuf terjadi setelah Muktamar ke-35 NU mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dalam voting sebelumnya, 401 muktamirin memilih perubahan mekanisme, 150 memilih mempertahankan mekanisme sebelumnya, dan satu suara dinyatakan tidak sah.

Dengan mekanisme baru, peserta Muktamar terlebih dahulu menjaring maksimal lima nama calon Ketua Umum PBNU melalui pemungutan suara. Lima nama dengan suara terbanyak kemudian diserahkan kepada AHWA untuk dipilih menjadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031.

Namun, dalam pembahasan Tata Tertib, muncul ketentuan masa jeda satu tahun dari aktivitas politik bagi kandidat yang sebelumnya memiliki jabatan politik. Ketentuan inilah yang kemudian dipersoalkan pendukung Gus Yusuf hingga berujung aksi di arena Muktamar. Mereka menilai, aturan tersebut merugikan Gus Yusuf, yang baru melepas jabatan Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.