NGAWI - Kebakaran hebat melanda rumah produksi mebel dan kerajinan kayu jati di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Minggu (13/9/2026) malam. Sejumlah mebel dan kerajinan kayu jati yang telah siap diekspor ke luar negeri ikut hangus terbakar.
Kebakaran terjadi di kawasan wisata Tirta dan Kuliner Desa Jenggrik. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah produksi beserta tumpukan material kayu jati yang berada di dalamnya.
Api menghanguskan hampir seluruh isi ruang produksi, termasuk berbagai kerajinan kayu jati yang telah selesai dibuat dan dikemas untuk dikirim ke Swedia. Barang-barang tersebut rencananya akan diekspor dalam waktu dua hari setelah kejadian.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Kodim 0805 Ngawi dikerahkan ke lokasi. Petugas juga mendapat bantuan suplai air dari BPBD Kabupaten Ngawi.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena angin bertiup cukup kencang. Banyaknya material kayu yang mudah terbakar juga membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Pemilik usaha produksi kayu jati, Suwardi, mengatakan api pertama kali diketahui muncul dari tumpukan kayu jati di ruang pengolahan.
Menurut Suwardi, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh salah satu karyawan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
“Api awalnya dari tumpukan kayu jati di ruang pengolahan. Kami menduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Barang yang terbakar termasuk kerajinan yang sudah jadi dan sudah dipacking untuk ekspor ke Swedia,” ujar Suwardi.
Kebakaran tersebut menyebabkan seluruh barang produksi yang berada di dalam ruangan ikut terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Barang yang terbakar antara lain berbagai kerajinan kayu jati yang telah selesai diproduksi dan dikemas untuk pengiriman ke luar negeri.
Petugas pemadam kebakaran masih melakukan penanganan di lokasi dengan dibantu personel TNI dan Polri. Sementara itu, kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengetahui secara pasti nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Pemilik usaha berharap kejadian ini dapat segera ditangani dan aktivitas produksi dapat kembali berjalan setelah kondisi dinyatakan aman.
Editor : JTV Madiun



















