PACITAN - Kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Pacitan diawali dengan penyaluran bantuan air bersih di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo Rabu, (21/10) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pada 2026.
Kekeringan yang berkepanjangan membuat sejumlah sumber mata air dan sumur warga mengering. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, sehingga distribusi air menggunakan tangki masih menjadi salah satu langkah penanganan darurat.
Selain bantuan air bersih, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong pembangunan jaringan pipanisasi untuk memanfaatkan sumber mata air yang masih memiliki debit cukup baik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo, mengatakan kunjungan gubernur tersebut juga berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Resmikan Empat Proyek Infrastruktur di Pacitan Senilai Rp22,2 Miliar
Menurutnya, penanganan kekeringan di Pacitan terus diperkuat melalui dukungan anggaran dari pemerintah provinsi. Hingga November 2026, kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih di wilayah tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp3,8 miliar. “Dropping air bersih di Pacitan sudah sangat meluas. Kami juga sudah mendorong dukungan anggaran dari provinsi, dengan total kebutuhan hampir Rp3 miliar sampai November nanti,” ujar Satriyo.
Tak hanya mendistribusikan air bersih, BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan sarana pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan. Bantuan tersebut berupa tandon air, terpal, hingga jeriken yang dapat digunakan warga untuk menampung dan menyimpan persediaan air.
Di Desa Kasihan, penanganan kekeringan juga dilakukan melalui program pipanisasi. Satriyo menjelaskan, wilayah tersebut masih memiliki sumber mata air dengan debit yang cukup baik untuk dimanfaatkan dan dialirkan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih di Pacitan, Anggaran Dropping Capai Rp3,8 Miliar
“Di Desa Kasihan ini ada sumber mata air yang debitnya masih bagus. Sumber tersebut akan kita alirkan ke desa-desa untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Upaya pipanisasi diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperluas akses air bersih masyarakat. Dengan demikian, ketergantungan warga terhadap distribusi air menggunakan tangki dapat dikurangi, terutama ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.
Sementara itu, berdasarkan pemetaan BPBD Provinsi Jawa Timur, dampak kekeringan tahun ini tidak hanya terjadi di Pacitan. Hingga saat ini, sebanyak 25 kabupaten di Jawa Timur telah melaksanakan distribusi air bersih untuk membantu masyarakat terdampak.
Baca Juga : Mata Air Mengering, Warga Pacitan Berburu Air Bersih
Satriyo menyebut, dampak kekeringan tersebut telah menjangkau lebih dari 250 kecamatan di berbagai wilayah Jawa Timur. Adapun total air bersih yang telah disalurkan melalui distribusi tangki mencapai hampir 35 juta liter.
“Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, saat ini sudah ada 25 kabupaten yang melaksanakan dropping air bersih. Dampaknya menjangkau lebih dari 250 kecamatan, dengan total hampir 35 juta liter air bersih yang sudah kami distribusikan ke seluruh Jawa Timur,” pungkasnya. ( Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan























