Menu
Pencarian


Gerhana Matahari Total, Apakah Indonesia Bisa Mengamati Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026?

Portaljtv.com - Rabu, 5 Agustus 2026 15:12
Gerhana Matahari Total, Apakah Indonesia Bisa Mengamati Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026?
Gerhana Matahari total akan ber;angsung pada (12/08/2026)

Langit di belahan Bumi utara akan gelap gulita di tengah hari pada Rabu, (12/08/2026) mendatang. Fenomena langka bernama Gerhana Matahari Total ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan astronomi paling spektakuler tahun ini bahkan menjadi gerhana matahari total pertama yang melintasi daratan utama Eropa dalam dua dekade terakhir. Namun bagi masyarakat Indonesia yang sudah bersiap menengadah ke langit, ada kabar yang perlu diluruskan lebih dulu: fenomena ini tidak akan terlihat dari Tanah Air.

Berdasarkan data NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA), gerhana akan dimulai sekitar pukul 15.35 UTC, mencapai puncak pukul 17.47 UTC, dan berakhir pukul 19.59 UTC. Jalur totalitasnya membentang sekitar 8.300 kilometer, dimulai dari pesisir Arktik, melintasi dekat Kutub Utara, lalu menyapu Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, hingga Spanyol utara dan sebagian kecil Portugal. Durasi totalitas terlama terjadi di lepas pantai barat Islandia, mencapai sekitar 2 menit 18 detik, sementara di Spanyol utara durasinya jauh lebih singkat, sekitar 20 detik saja. Momen ini istimewa karena menjadi gerhana matahari total pertama yang terlihat dari daratan Spanyol sejak 1905.

Gerhana matahari total terjadi saat Bulan, Matahari, dan Bumi berada tepat segaris, sehingga bayangan inti (umbra) Bulan jatuh menutupi sebagian kecil permukaan Bumi. Namun jalur bayangan itu tidak acak, posisinya ditentukan oleh kombinasi orbit Bulan yang miring terhadap orbit Bumi serta titik pertemuan kedua orbit tersebut (node) pada momen gerhana terjadi. Kebetulan, pada 12 Agustus 2026, titik pertemuan itu berada jauh di kutub utara, sehingga jalur bayangan hanya "menyapu" wilayah lintang tinggi seperti Greenland dan Eropa utara, jauh dari posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Itulah mengapa bahkan gerhana sebagian sekalipun tidak dapat diamati dari wilayah mana pun di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua.

Sebagai bonus astronomi malam itu, fenomena ini juga akan bertepatan dengan parade enam planet menjelang fajar serta puncak hujan meteor Perseid meski keduanya juga bukan fenomena yang optimal diamati dari wilayah Indonesia pada waktu tersebut.

Kapan Giliran Indonesia?

Kabar baiknya, penantian masyarakat Indonesia tidak akan terlalu lama. Berikut rangkaian fenomena gerhana matahari yang masih bisa dinantikan:

  • 22 Juli 2028 - Gerhana Matahari Total melintasi Australia dan Selandia Baru, namun sebagian wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan fase sebagiannya.
  • 21 Mei 2031 - Gerhana Matahari Cincin melintasi Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
  • 20 April 2042 - Momen yang paling dinantikan: Gerhana Matahari Total akan melintasi Sumatra hingga sebagian Kalimantan sebelum bergerak ke Filipina, menjadi gerhana total pertama yang benar-benar melewati daratan Indonesia sejak gerhana total 2016 silam.
  • 14 Oktober 2042 - Sebagai bonus, tahun yang sama juga akan disusul Gerhana Matahari Cincin yang melintasi Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.



Meski tidak bisa disaksikan langsung, masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati momen ini lewat siaran langsung yang akan ditayangkan sejumlah lembaga antariksa internasional, termasuk NASA dan ESA, secara daring. Bagi yang penasaran melihat gerhana secara langsung tanpa harus menunggu hingga 2042, Spanyol dan Islandia diperkirakan menjadi destinasi wisata gerhana terpopuler tahun ini pemerintah Spanyol bahkan memperkirakan kunjungan sekitar 17 juta wisatawan, termasuk lima juta di antaranya dari mancanegara. (Naswa Thalita Zada)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.