LAMONGAN - Sebanyak 19 siswi SMP Negeri 1 Sukodadi Lamongan, khususnya para siswi yang duduk dibangku kelas 9 dibotaki oleh salah satu guru Bahasa Inggris, Endang. Para siswi ini dibotaki oleh guru tersebut karena tidak memakai ciput atau pelindung jilbab saat sekolah.
Kejadian berlangsung saat setelah pelajaran Bahasa Inggris di salah satu kelas 9 tempat di mana Endang mengajar. Endang yang langsung keluar kelas untuk mengambil gunting elektrik dan kembali ke kelas tersebut untuk membotaki para siswi yang tidak menggunakan ciput.
Melihat hal itu, para siswi tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya diam dan menangis usai dipotong rambutnya oleh Endang. Para siswi pun mengadukan perbuatan guru senior di sekolahnya itu kepada orang tuanya saat dijemput pulang sekolah membuat para wali murid langsung melaporkan perkara ini ke pada pihak sekolah.
Sementara itu, pasca kejadian, pihak sekolah mengumpulkan para siswi yang menjadi korban pembotakan. Rencananya, sekolah juga akan mendatang psikiater untuk menghilangkan trauma siswi.
“Rencananya, psikiater akan datang ke sekolah pada hari kamis besok. Ini kita lakukan untuk menghilangkan trauma pada anak-anak,” ujar Harto, Kepala SMP Negeri 1 Sukodadi.
Sementara itu, Endang, Guru Bahasa Inggris mendapatkan sanksi tegas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dengan di-non job-kan atau tidak perbolehkan untuk mengajar terlebih dahulu. Dan agar kasus serupa tak terulang kembali, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan telah mengumpulkan semua kepala SMP Negeri beserta guru Bimbingan Konseling (BK). (Zulkifli Zakaria)
Editor : M Fakhrurrozi



















