NGAWI - Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi. Salah satu korban meninggal dunia, Mia Citra Rumaisah (25), dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.
Jenazah korban tiba di rumah duka menggunakan ambulans dari RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi. Suasana haru langsung pecah saat keluarga menyambut kedatangan jenazah. Tangis keluarga tak terbendung mengiringi prosesi penurunan jenazah.
Mia diketahui merupakan anak kedua dari pasangan Muhammad Hamid dan Harmimah Wati, yang berasal dari Kabupaten Ngawi. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan pulang kerja.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban sempat menjalani perawatan intensif selama satu hari di rumah sakit akibat luka parah yang dideritanya, termasuk patah tulang di bagian kaki. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga : Duka Mendalam Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Paman korban, Burhanuddin, mengungkapkan bahwa keponakannya sempat terjebak di dalam gerbong kereta selama kurang lebih 10 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
“Korban sempat terjepit cukup lama, sekitar 10 jam, sebelum berhasil dievakuasi. Setelah itu langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar Burhanuddin.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah kemudian disalatkan di masjid setempat dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Tambakboyo pada Kamis dini hari.
Baca Juga : Pedagang Keluhkan Sulit Dapat Pasokan Minyakita
Ayah korban, Muhammad Hamid, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim penyelamat yang telah berupaya mengevakuasi dan menangani korban dalam peristiwa tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi hingga penanganan anak kami,” ungkapnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.
Editor : JTV Madiun



















