SURABAYA - Hujan disertai angin kencang yang menerjang Surabaya, mengakibatkan korban jiwa. Dua pekerja terombang-ambing di gondola yang terhenti di lantai 26 Apartemen Ascott Waterplace Surabaya, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Senin (2/3/2026) siang.
Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan seorang selamat. Korban tewas diketahui bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16. Sementara korban selamat bernama Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73. Korban tewas usai terpental akibat angin kencang dan hujan lebat.
Informasi yang didapat, peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.22 WIB. Ketika itu, empat orang pekerja melakukan pembersihan kaca Apartemen dengan menggunakan dua gondola.
Namun, saat itu tiba-tiba cuaca berubah mendung disertai angin kencang. Satu gondola berisi dua pekerja berhasil turun dengan selamat. Sementara, gondola yang dinaiki dua korban terhenti di lantai 26.
Keduanya terombang-ambing diterjang angin kencang. Diduga, korban terpental keluar dari gondola hingga menabrak kaca Apartemen. Video korban terombang-ambing di udara ini terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang menerima laporan langsung ke lokasi. Tim Rescue Wiyung tiba di lokasi pukul 14.28 WIB.
Namun, posisi korban yang berada di ketinggian membuat petugas mengalami kesulitan. Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, BPBD Surabaya, kepolisian, TGC Pakis, Posko Terpadu Pakis, serta Dinas Sosial dikerahkan ke lokasi.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban selamat dievakuasi ke RS William Booth guna mendapatkan perawatan medis.
Evakuasi dinyatakan selesai pukul 17.25 WIB. Jasad korban tewas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo guna dilakukan visum. Hingga kini, penyebab pasti terhentinya gondola masih dalam penyelidikan pihak berwenang.(*)
Editor : M Fakhrurrozi



















