MAGETAN - Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk segera mengambil langkah cepat. Hasil investigasi di lapangan menunjukkan, banjir dipicu kombinasi faktor mulai dari sedimentasi hingga tingginya curah hujan.
Dinas PUPR Magetan mengungkapkan, selain curah hujan tinggi, kondisi saluran drainase dan sungai yang mengalami pendangkalan menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga. Endapan sedimen serta tumpukan sampah di sejumlah titik menyebabkan aliran air tersumbat.
Sebagai langkah penanganan cepat, petugas langsung diterjunkan dengan menggunakan alat berat berupa excavator untuk melakukan normalisasi saluran. Pengerukan sedimen dilakukan sepanjang 1,5 kilometer di kawasan sekitar Kantor BPS dan Samsat Magetan guna memperlancar aliran air.
Selain itu, tingginya curah hujan turut memperparah kondisi. Berdasarkan data, curah hujan di Stasiun Jejeruk mencapai 145 milimeter per hari, sementara di Stasiun Nitikan mencapai 110 milimeter per hari. Volume air yang meningkat drastis dalam waktu singkat menyebabkan saluran tidak mampu menampung debit air.
Baca Juga : Tebing Longsor Timpa Dapur Warga di Poncol Magetan, Dua Rumah Terdampak
Untuk mengurangi tekanan air, petugas membuka pintu air yang mengarah ke Sungai Gandong. Namun, langkah tersebut berdampak pada ambrolnya tanggul di kawasan belakang Apotek Asia Baru akibat derasnya arus air.
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk penanganan banjir ke depan.
“Kami sudah menyusun tiga langkah utama, yakni pemetaan titik rawan banjir, penentuan skala prioritas penanganan, serta penyusunan kebutuhan anggaran agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga : Siap-Siap! Rekayasa Lalu Lintas Baru Resmi Diterapkan di Magetan
Pemerintah daerah berharap, melalui langkah terpadu tersebut, permasalahan banjir di Magetan dapat diminimalkan dan tidak terjadi secara berulang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan agar risiko banjir dapat ditekan.
Editor : JTV Madiun



















