JEMBER - Prosesi pelepasan jemaah calon haji Kabupaten Jember di Balai Serbaguna GOR PKPSO Jember, Senin siang, berlangsung dengan jumlah yang signifikan.
Sekitar 2.956 jemaah calon haji diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut menempatkan Jember sebagai salah satu daerah dengan kuota jemaah terbesar di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama kementerian terkait terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam proses pemberangkatan maupun kepulangan jemaah.
Dari total jemaah, sebanyak 2.456 merupakan jemaah utama di luar petugas. Selain itu, terdapat sekitar 350 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi dan lanjut usia.
Jemaah tertua tercatat berusia di atas 90 tahun, sementara jemaah termuda berusia 18 tahun. Untuk mendukung kelancaran ibadah, disiapkan 16 tenaga kesehatan yang terdiri atas 9 dokter dan 7 perawat.
Pengawasan kesehatan dilakukan secara ketat sejak di embarkasi, termasuk penanganan khusus bagi jemaah lansia dan risiko tinggi. Selain itu, juga terdapat penambahan jemaah cadangan dalam beberapa kelompok terbang untuk memenuhi kuota yang tersedia.
Dalam kesempatan ini, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengimbau kepada calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah. Selain kesiapan spiritual, ibadah haji juga membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Salah seorang calon jemaah haji mengaku sudah melakukan persiapan fisik dan menyiapkan sejumlah obat-obatan untuk menjaga kesehatan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jemaah haji asal Jember dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. Jemaah juga diajak untuk mendoakan bangsa Indonesia agar tetap aman dan stabil di tengah berbagai tantangan global.
Editor : JTV Jember



















