MADIUN - Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Madiun, mengakibatkan sejumlah rumah warga di RT 07 Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap bangunan.
Warga setempat menuturkan, sebelum kerusakan terjadi, terdengar suara gemuruh saat hujan turun semakin lebat dan angin bertiup kencang. Dalam waktu singkat, genting beterbangan dan rangka atap bergeser. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Dampaknya sebagian genting rumah saya rusak. Awalnya diperbaiki sendiri bersama keponakan, ternyata ada petugas yang datang membantu. Rata-rata tetangga sebelah juga terkena di bagian gentingnya. Ini pertama kalinya terjadi, syukurnya tidak ada korban,” jelas Samini, salah seorang warga terdampak.
Pasca-kejadian, relawan bersama anggota TNI, Polri, dan masyarakat sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing material bangunan. Perbaikan sementara dilakukan agar rumah warga tetap dapat ditempati sembari menunggu penanganan lanjutan.
Baca Juga : Musim Hujan Datang, Penyakit Demam Tiga Hari Mulai Mengintai Ternak di Madiun
Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, berharap peristiwa ini tidak bertambah dan menjadi titik balik kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang lebih besar.
“Kami tetap menitikberatkan pada beberapa potensi bencana seperti pohon tumbang, banjir, dan angin puting beliung. Ini merupakan titik fokus yang harus kita kerjakan bersama-sama dengan masyarakat,” ujarnya.
Ageng mengakui bahwa pihaknya telah menerima informasi dari BMKG terkait cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Kabupaten Madiun sepanjang Februari. Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah menyiapkan personel untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk tersebut.
Baca Juga : Hujan Terus Menerus, Pengrajin Kerupuk di Blitar Hadapi Kendala Pengeringan
“Kami mengimbau masyarakat, ketika terjadi bencana, segera lakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, atau pengurus RT/RW setempat. Ini penting untuk memberikan rasa aman dan penanganan cepat,” pesan Ageng.
BPBD Kabupaten Madiun meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim penghujan, terutama menjauhi pohon besar saat hujan angin berlangsung. Berdasarkan pemetaan, wilayah Kabupaten Madiun masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga pertengahan Maret 2026. (Yona Salma)
Editor : Iwan Iwe



















