KEDIRI - Harga beras kualitas premium di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri kian tak bersahabat sejak beberapa hari terakhir. Di Pasar Setono Betek misalnya, harga bahan kebutuhan pokok ini mulai meroket dan menembus angka Rp 78 ribu per kemasan lima kilogram.
Kenaikan harga ini dirasakan pedagang terjadi secara bertahap. Sebelumnya, beras jenis premium masih anteng di kisaran harga Rp 74 ribu per lima kilogram. Para pedagang menduga lonjakan harga ini merupakan imbas dari kian menipisnya stok di pasaran lantaran distributor belakangan ini justru menarik barang.
Kondisi tersebut tak pelak membuat para pedagang sambat karena omzet mereka ikut merosot tajam. Tingginya harga membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga perputaran barang di lapak pedagang menjadi sangat lambat.
"Kalau biasanya sehari kita mampu menjual sampai dua belas bungkus, sekarang turun drastis, paling hanya laku lima bungkus saja," ungkap Jujuk Zubaidah, salah seorang pedagang beras di Pasar Setono Betek. Keluhan serupa juga diutarakan oleh Andri Dian Cahyono, pedagang beras lainnya yang mengaku kesulitan memutar modal akibat kelesuan pasar.
Baca Juga : Bapanas dan Satgas Pangan Polri Pantau Harga dan Mutu Beras di Kediri
Di tengah situasi pembeli yang sepi, para pedagang menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan. Mereka meminta pemerintah segera menggelontorkan stok beras premium dan medium ke pasaran untuk menstabilkan harga, mengingat cadangan beras di gudang pemerintah saat ini diklaim sedang melimpah berkat status swasembada pangan. ( Beny Kurniawan )
Editor : JTV Kediri


















