JEMBER - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis di Jember menyebabkan sebanyak 22 siswa TK dan PAUD harus mendapatkan penanganan medis. Hingga Kamis siang, sebanyak 11 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit dan sejumlah puskesmas.
Para siswa mengalami gejala muntah, diare, dan lemas setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis yang dibagikan di sekolah. Beberapa anak mengalami kekurangan cairan sehingga harus mendapatkan infus dan pengawasan medis.
Orang tua siswa menyebutkan, anak-anak mulai merasakan mual dan muntah tidak lama setelah menyantap menu ayam suwir dan sayur yang diberikan dalam program makan bergizi gratis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim Satgas MBG Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG penyedia makanan. Dari hasil sidak, petugas menemukan kondisi dapur kurang bersih dan belum memenuhi standar kelayakan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Petugas juga mengamankan sejumlah sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan dan BPOM. Hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses analisis.
Sementara itu, aktivitas dapur SPPG untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil evaluasi dan pemenuhan standar kelayakan.
Hingga Kamis sore, kondisi para pasien dilaporkan berangsur membaik. Sebagian besar siswa telah diperbolehkan rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis.
Editor : JTV Jember



















