JOMBANG - Udara pagi Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dipenuhi bunyi gesekan bambu dari sebuah bengkel sederhana di samping rumah. Sepasang suami istri tampak duduk bersila di lantai, tangan mereka cekatan menganyam bilah-bilah bambu menjadi besek yang rapi dan indah. Sinar matahari masuk melalui jendela kaca, menyorot wajah keduanya yang serius namun tenang. Dalam suasana hangat itu, Arif Susanto dan istrinya menenun harapan dari bahan sederhana melalui karya yang dikenal dengan nama Bhima Aneka Besek.
Usaha Bhima Aneka Besek berdiri pada tahun 2015 dari niat sederhana Arif dan istrinya untuk melestarikan keterampilan turun-temurun keluarga. Awalnya, hanya beberapa tetangga yang memesan besek untuk kebutuhan hajatan. Berkat ketekunan dan kualitas anyaman yang halus, pesanan mulai berdatangan dari luar desa. Kini nama Bhima Aneka Besek dikenal luas sebagai penghasil besek bambu berkualitas dari Jombang.
Setiap besek dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Arif menyiapkan dan memotong bambu, sementara sang istri menganyam serta memoles hasil akhirnya. Mereka bekerja berdua di bengkel kecil di samping rumah, dibantu beberapa warga desa yang ikut bergabung. Dalam sehari, pasangan ini bisa menghasilkan puluhan besek dengan berbagai ukuran dan model.
Bagi Arif, setiap bilah bambu yang ia raut memiliki makna tersendiri. Ia memilih bambu terbaik dari petani lokal agar hasilnya kuat dan tahan lama. Selain membuat besek tradisional, Arif juga berinovasi menciptakan desain modern seperti wadah hampers dan besek motif batik. Produk-produk ini memadukan nilai tradisi dengan sentuhan estetik masa kini.
Baca Juga : UMKM Tanpa HKI: Usaha Kecil, Risiko Besar Mengintai
Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Saat pandemi melanda, pesanan menurun drastis hingga sempat membuat mereka kewalahan. Namun, semangat Arif dan istrinya tak pernah padam. Mereka memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk memasarkan produk ke masyarakat luas.
Strategi pemasaran digital itu membawa hasil yang menggembirakan. Pesanan mulai berdatangan kembali, bahkan meningkat dari sebelumnya. “Dari rumah kecil ini, kami bisa kirim produk ke berbagai daerah,” ujar Arif penuh syukur. Kini, Bhima Aneka Besek semakin dikenal dan dipercaya banyak pelanggan.
Baca Juga : Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom dari Malang lewat Dukungan BRI dan LinkUMKM
Berkat kerja keras itu, usaha Arif juga menjadi penggerak ekonomi bagi warga sekitar. Beberapa ibu rumah tangga diberdayakan untuk membantu proses penganyaman dari rumah masing-masing. Dengan cara itu, mereka tetap bisa mengurus keluarga sambil memperoleh penghasilan tambahan. “Kami ingin berbagi manfaat, bukan sekadar mencari untung,” kata sang istri dengan nada lembut.
Lebih dari sekadar bisnis, Bhima Aneka Besek menjadi simbol pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan. Di tengah maraknya produk plastik, besek bambu hadir sebagai pilihan ramah lingkungan yang elegan dan fungsional. Arif dan istrinya ingin mengingatkan masyarakat bahwa bahan alami seperti bambu menyimpan nilai kehidupan yang lestari. “Kalau kita rawat tradisi, tradisi juga akan merawat kita,” ujar Arif penuh makna.
Ketekunan mereka membuat pasangan ini sering diundang menjadi narasumber dalam pelatihan UMKM dan pameran kerajinan. Banyak pengrajin muda datang belajar cara memilih bambu, teknik anyaman, hingga strategi promosi digital. Arif selalu menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kejujuran dalam berusaha. “Kalau kerja dari hati, hasilnya pasti baik,” katanya sambil tersenyum ramah.
Baca Juga : Desa Hendrosari Tumbuhkan UMKM dan Ekonomi lewat Desa BRILiaN
Kini, Bhima Aneka Besek tidak hanya dikenal di dalam negeri. Produk besek buatan Arif dan istrinya telah menembus pasar internasional, salah satunya ke Malaysia. “Saya tidak menyangka produk sederhana ini bisa sampai luar negeri,” ujar Arif bangga. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa karya tradisional Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Arif Susanto dan istrinya membuktikan bahwa kesederhanaan bisa melahirkan kesuksesan besar. Dari bilah bambu yang terjalin, mereka merangkai harapan, kerja keras, dan cinta terhadap budaya. Usaha Bhima Aneka Besek kini bukan hanya sumber rezeki, tetapi juga simbol keberanian untuk menjaga warisan leluhur. Dari Desa Grogol yang tenang, suara gesekan bambu mereka kini bergema hingga ke negeri seberang.
Editor : M Fakhrurrozi



















