Menu
Pencarian

Cuaca Ekstrem Hantui Petani Blewah di Lumajang, Momentum Ramadan Jadi Penyelamat Harga

Yongki Nugroho - Rabu, 25 Februari 2026 12:30
Cuaca Ekstrem Hantui Petani Blewah di Lumajang, Momentum Ramadan Jadi Penyelamat Harga
Nanang Suyitno, pemilik kebun blewah yang berhasil meraup untung dari panen blewah tahun ini.

LUMAJANG - Di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pertanian, petani blewah di Lumajang masih bisa bernapas lega pada bulan Ramadan ini. Meski hujan dan panas yang tak menentu menyebabkan sebagian hasil panen rusak, tingginya permintaan pasar membuat harga blewah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.

Hamparan lahan blewah di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, tampak hijau, namun tidak semua buah dalam kondisi sempurna. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir memicu keretakan dan pembusukan pada buah.

Nanang Suyitno (43), salah satu petani setempat, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi sangat mengganggu proses panen raya tahun ini.

“Kondisinya sekarang sedang panen raya, tapi terkendala cuaca ekstrem. Waktunya memetik malah terhambat karena hujan turun setiap hari. Dampaknya, banyak buah yang retak,” keluh Nanang.

Baca Juga :   Cuaca Ekstrem Hantui Petani Blewah di Lumajang, Momentum Ramadan Jadi Penyelamat Harga

Berkah Harga di Bulan Suci

Beruntung, momentum Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para petani. Meskipun hasil panen merosot hingga 50 persen akibat cuaca, harga jual di tingkat petani tergolong tinggi, yakni mencapai Rp 5.000 per kilogram.

Bahkan, blewah yang kondisinya kurang mulus atau sedikit retak masih laku terjual dengan harga Rp 2.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih memberikan keuntungan bagi petani sehingga hasil panen tidak terbuang sia-sia.

Baca Juga :   Mesin Diesel Irigasi Raib Digondol Maling di Tulungagung

Di lahan seluas 0,25 hektare miliknya, Nanang mengaku hanya mampu memanen sekitar tiga ton blewah akibat cuaca buruk. Padahal, jika kondisi cuaca normal, ia bisa memanen hingga lima ton dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Meski produktivitas menurun, tingginya harga pasar di bulan suci ini membuat Nanang dan petani lainnya di Lumajang tetap mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. (Nata Renata)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.