SUMENEP - Cuaca buruk disertai gelombang tinggi mengaikbatkan puluhan truk ekspedisi terpaksa tertahan dan tidak dapat menyeberang ke wilayah kepulauan setempat pada Jumat (16/1/2026).
Para sopir truk bahkan harus menunggu hingga sepuluh hari karena seluruh aktivitas pelayaran menuju pulau-pulau di Kabupaten Sumenep dihentikan sementara demi keselamatan.
Pantauan portaljtv.com di lapangan menunjukkan sejumlah truk dan kendaraan ekspedisi mengantre di area Pelabuhan Kalianget. Barang angkutan yang dibawa beragam, mulai dari kebutuhan pokok hingga perabotan rumah tangga, yang rencananya akan dikirim ke sejumlah pulau di wilayah Kabupaten Sumenep.
Meski kondisi cuaca di daratan terpantau cerah dan tidak turun hujan, pelayaran tetap belum diizinkan beroperasi. Hal ini disebabkan tingginya gelombang laut serta kuatnya hembusan angin di perairan sekitar pelabuhan.
Salah seorang sopir truk, Amiruddin, mengaku telah berhari-hari menunggu kepastian keberangkatan kapal. Kondisi tersebut membuat para sopir kesulitan, baik dari segi waktu maupun biaya operasional selama menunggu di pelabuhan.
“Saya sudah 10 hari berada di Pelabuhan Kalianget. Truk yang saya kendarai mengangkut sembako untuk dibawa ke Pulau Sapudi,” kata Amiruddin.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait peringatan cuaca buruk. Dalam edaran tersebut, seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget untuk sementara waktu ditunda guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Pihak otoritas pelabuhan mengimbau para sopir dan pengguna jasa pelayaran untuk tetap bersabar serta mengikuti perkembangan informasi cuaca demi keselamatan bersama.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang laut di sejumlah perairan sekitar Sumenep saat ini mencapai sekitar 1,8 meter dan disertai peningkatan kecepatan angin, sehingga dinilai belum aman untuk aktivitas pelayaran. (Fawas Irfani)
Editor : JTV Madura



















