BANYUWANGI - Selalu ada cerita dari setiap momen mudik Lebaran. Momen yang ditunggu-tunggu umat muslim untuk merayakan hari raya di kampung halaman itu membawa berkah tersendiri untuk anak logam di Pelabuhan ketapang, Banyuwangi. Bagaimana tidak, selama arus mudik mereka bisa mendapat 300 hingga 500 dalam perhari.
Musim mudik Lebaran 2025 membuat anak logam yang sebagian besar tinggal di sekitar pelabuhan ketapang, Banyuwangi tersebut panen besar.
Sejumlah anak logam yang melompat dari atas kapal untuk mendapat koin memadati dermaga. Mereka mengais rezeki di sekitar pelabuhan sebelum kapal yang ditumpangi pemudik berlayar di Selat Bali.
Anak logam yang biasa ada di Pelabuhan ketapang tersebut berkelompok dari berbagai usia. Mereka ‘mengamen’ dengan meminta uang receh atau kertas agar dilempar ke laut, lalu berebut untuk mengambilnya.
Tak lama berselang, beberapa penumpang kapal terlihat melempar beberapa lembaran uang hingga koin ke arah laut. Para bocah dengan sigap berlomba mengejar uang tersebut sebelum nantinya diambil penyelam lainnya.
Semakin banyak lembaran uang hingga logam dilempar, semakin banyak atraksi para anak logam yang ditunjukkan sebelum melompat ke laut.
Andika, salah satu anak logam yang ada di Pelabuhan Ketapang mengatakan. Menjelang hari raya Idul fitri banyak pemudik yang naik kapal dan menjadikan pendapatannya juga bertambah. Bagaimana tidak, dalam sehari mereka bisa mengantongi uang mencapai Rp 300 ribu hingga 500 ribu dari pemudik yang menumpang kapal dari Gilimanuk-Ketapang dan arah sebaliknya.
Bahkan Para anak logam memiliki penampilan unik. Uniknya, banyak dari mereka rata-rata masih berusia belasan tahun. Untuk lebih memudahkan berenang, para anak logam bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana tipis untuk menyelam.
Akibat setiap hari terpapar matahari dan terkena air laut, tak heran warna kulit mereka legam mengkilat dan memiliki rambut pirang.
Meski harus terus melompat ke laut demi mendapatkan recehan dari para penumpang, namun Andika bersama kawan-kawan tetap bersemangat dan ceria.
Mereka mengaku, senang bertemu banyak wisatawan yang tidak hanya warga lokal bisa memberikannya uang dan menyapa dengan berbagai bahasa. Banyak juga bule yang melempar uang dan nominalnya juga tidak sedikit, Kadang ada yang sampai Rp50.000.
Meski terlihat banyak mendapat pemasukan, namun uang yang didapatnya itu ternyata dibagi dengan tiga orang lainnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi