PONOROGO - Pemandangan tak biasa terjadi di Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, siang ini. Ratusan kera ekor panjang turun dari hutan dan memenuhi area pasar untuk mencari makan.
Kawanan kera tersebut datang dari kawasan hutan Gunung Wilis yang berbatasan langsung dengan pasar. Mereka turun secara berkelompok, terutama saat aktivitas pasar masih berlangsung, untuk mencari sisa-sisa makanan di sekitar lokasi.
Menurut warga setempat, kemunculan kera bukan hal baru dan sudah hampir menjadi pemandangan harian di kawasan tersebut. Satwa liar itu memanfaatkan sisa makanan yang tercecer di sekitar pasar. Bahkan, jika menemukan dagangan yang tidak diawasi, kera-kera itu tak segan mengambilnya begitu saja.
Warga menyebut jumlah kera yang turun ke pasar bisa mencapai ratusan ekor dalam satu waktu. Kemunculannya dinilai lebih sering terjadi saat musim kemarau, lantaran sumber makanan di dalam hutan mulai berkurang drastis.
Baca Juga : Kasus Proyek Mangkrak, Pelapor Desak Polrestabes Surabaya Lanjutkan Penyidikan
Berdasarkan pantauan, kawanan kera mulai terlihat turun sejak pagi hingga menjelang siang, bertepatan dengan waktu ramainya aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang mengaku sudah terbiasa mengantisipasi kedatangan kera dengan menutup rapat dagangan mereka, terutama buah-buahan dan sayuran segar yang menjadi incaran utama satwa liar tersebut.
"Keranya pasti turun kalau lapar. Tadi masih pagi sudah turun, turunnya nggak tentu dan bergerombol. Nyari makanan sisa-sisa, tapi terkadang merusak," ujar salah satu warga.
Meski kerap turun dalam jumlah besar, hingga kini belum ada laporan kera menyerang pedagang maupun pengunjung pasar. Usai mendapatkan makanan, kawanan kera biasanya kembali dengan sendirinya ke kawasan hutan.
Baca Juga : Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Polrestabes Bongkar Kasus Joki UTBK
Warga lain, Kasno, menuturkan kehadiran kera-kera tersebut tidak pernah mengganggu aktivitas jual beli di pasar. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak lama dan warga sudah terbiasa dengan kehadiran satwa liar tersebut.
"Enggak mengganggu, tiap hari turun. Kalau turun cari makan, tapi enggak pernah mengganggu pedagang, dari dulu memang seperti itu," kata Kasno.
Meski dinilai tidak membahayakan, pengunjung dan pedagang tetap diimbau untuk waspada. Mereka diminta tidak membawa atau meletakkan makanan secara terbuka, serta menjaga barang dagangan agar tidak menjadi sasaran kawanan kera yang datang mencari makan.
Baca Juga : Saham Anjlok Separuh, Pelapor Desak Polisi Tetapkan Soter Jadi Tersangka
Fenomena turunnya kera ekor panjang ke permukiman warga ini diduga berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan pakan alami di kawasan hutan Gunung Wilis, terutama saat memasuki musim kemarau seperti sekarang. Kondisi hutan yang mengering membuat sumber makanan semakin sulit ditemukan, sehingga mendorong satwa liar tersebut mencari alternatif makanan di kawasan permukiman dan pasar terdekat.
Warga berharap ada perhatian pihak terkait untuk menjaga kelestarian hutan Gunung Wilis, agar interaksi kera ekor panjang dengan warga di sekitar Pasar Ngebel tetap berjalan aman.
Editor : Bagoes Ri



















