LUMAJANG - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menggelar rapat besar untuk menyelesaikan polemik kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi sejak menjelang Idulfitri hingga saat ini.
Rapat tersebut menghadirkan jajaran Forkopimda, Pertamina Patra Niaga, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen, hingga ratusan pangkalan elpiji yang mengikuti secara virtual.
Bupati menegaskan, Forkopimda melalui aparat TNI dan Polri akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi polemik kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Selain itu, bupati juga telah mengantongi sejumlah bukti dugaan penyelewengan dalam penyaluran gas elpiji. Bukti tersebut telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti secara tegas.
Sementara itu, diketahui kuota elpiji tiga kilogram di Lumajang dari SPBE tidak mengalami pengurangan. Bahkan, pada tahun 2026 jumlah distribusi meningkat menjadi satu juta tabung per bulan, dari sebelumnya 960 ribu tabung per bulan pada tahun 2025.
Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Lumajang terjadi sejak menjelang Hari Raya Idulfitri hingga saat ini. Bahkan, banyak gas elpiji tiga kilogram dijual dengan harga tinggi hingga Rp30 ribu per tabung.
Editor : JTV Jember



















