Menu
Pencarian


Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Portaljtv.com - Rabu, 30 September 2026 11:45
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah ZamanBersama PNM Mekaar

JAKARTA - Sebuah blangkon mungkinhanya tampak seperti penutup kepala. Namun, di tangan Tri Damayanti dan suaminya, setiap helai kain yang dibentuk dandirangkai menyimpan cerita yang lebih panjang yaitu tentangketerampilan yang diwariskan, usaha yang menghidupikeluarga, sekaligus budaya Jawa yang berusaha tetap bertahandi tengah perubahan zaman.

Bagi keluarga Tri, blangkon bukan sekadar kerajinan. Di balikproses pembuatannya, ada dapur keluarga yang harus terusmenyala. Karena itu, menjaga usaha tetap berjalan berartilebih dari sekadar mempertahankan produksi. Ada tantanganuntuk membuat produk tetap dikenal, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memastikan keterampilan membuat blangkontetap memiliki nilai ekonomi.

Perjalanan Tri kemudian bertemu dengan PT PermodalanNasional Madani (Persero). Sejak menjadi nasabah pada2023, Tri memperoleh akses pembiayaan yang membantunyamemenuhi kebutuhan bahan baku. Namun, penguatan usahatidak berhenti pada modal.

Melalui kegiatan pemberdayaan PNM turut memberikanpengetahuan dan pendampingan untuk membantu Tri mengembangkan cara memasarkan produknya. Dari sana, media sosial mulai dimanfaatkan sebagai ruang baru untukmemperkenalkan blangkon kepada lebih banyak orang.

“Terima kasih kepada PNM yang telah memberikan pelatihandan pendampingan yang sangat bermanfaat bagi usaha saya. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, saya bisamemasarkan produk melalui media sosial sehingga produksaya semakin dikenal luas,” ujar Tri.

Perubahan yang dialami Tri menggambarkan bahwapenguatan usaha ultra mikro tidak berhenti ketika modal diterima. Ada pengetahuan yang perlu dibangun, keberanianuntuk mencoba cara baru, dan kesempatan untuk memperluaspasar. Di titik inilah pemberdayaan menjadi bagian pentingdari perjalanan sebuah usaha.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, PNM berupayamembuka akses sekaligus menciptakan kesempatan agar masyarakat prasejahtera dapat mengembangkan potensi yang telah mereka miliki. Menurutnya, pembiayaan menjadi pintumasuk, sementara pemberdayaan membantu nasabah memilikikemampuan untuk terus bertumbuh.

“Membuka akses bukan hanya tentang memberikanpembiayaan. Kami ingin membuka kesempatan agar setiapnasabah dapat belajar, mengembangkan usaha, dan semakinpercaya diri dengan potensi yang dimilikinya. Karena itu, pembiayaan dan pemberdayaan kami hadirkan secaraberdampingan, agar usaha yang dijalankan tidak hanyabertahan, tetapi memiliki ruang untuk terus tumbuh,” ujarKindaris.

Pendekatan tersebut menjadi penting bagi usaha seperti yang dijalankan Tri. Sebab, ketika sebuah usaha tradisionalmemiliki ruang untuk berkembang, yang tumbuh bukan hanyaekonomi keluarga, tetapi juga kesempatan bagi keterampilandan produk lokal untuk tetap menemukan tempat di tengahperubahan zaman.

“Saya berharap pendampingan ini terus berlanjut agar kami sebagai nasabah bisa terus berkembang, lebih percaya diri, mampu mengembangkan usaha, serta meningkatkanperekonomian keluarga,” lanjutnya.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.