SURABAYA - Pemprov Jatim melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat tengah mengusulkan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke Kemenpan-RB. BKD Jatim mewanti-wanti agar warga tidak tergiur dengan iming-iming menjadi CPNS dengan membayar sejumlah uang.
"Saya minta kepada seluruh masyarakat di Jawa Timur, tadi kami juga mengimbau dari kemarin kepada adik-adik, jangan percaya kalau ada yang menawarkan bahwa tes CPNS itu berbayar. Karena pungutannya itu sampai dengan terakhir saya mendapati mencapai Rp 450 Juta," kata Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni usai meninjau Try Out CASN Alumni Unair di Kantor BKD Jatim, Minggu (26/7/2026).
Perempuan yang akrab disapa Yuyun ini mengatakan masih ada oknum-oknum yang nekat melakukan penipuan ke masyarakat dengan iming-iming jadi CPNS.
Menurut Yuyun seleksi CPNS sudah dilakukan secara online dan hasilnya realtime. Oleh karena itu, berbagai manipulasi sulit dilakukan.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Ajak Alumni Unair Susun Program Searah dengan Prioritas Nasional
"Insya Allah di akhir tahun kita akan melakukan tes CPNS. Mudah-mudahan adik ini sudah terbiasa dan sudah paham. Termasuk nilai, itu nanti kan langsung live score ya, sehingga ada indikasi untuk bermain itu kecil sekali. Nah, maka yang penting itu adalah kesiapan dari masing-masing adik-adik alumni Unair," jelasnya.
"Dan kebetulan link ini kan mereka menggunakannya username ya. Nanti itu akan kita serahkan kepada yang bersangkutan untuk bisa berlatih secara mandiri terus-menerus untuk melatih kesiapannya. Insya Allah ini mungkin bisa sedikit membantu," tambahnya.
Dengan adanya try out yang digelar oleh BKD Jatim menggandeng IKA Unair, Yuyun berharap agar para fresh graduate terbiasa dengan metode tes CPNS.
"Ini kan semacam try out ya, kayak bimbel gitu. Kami menginginkan alumni Unair itu sudah terbiasa dengan Computer Assisted Test (CAT) yang sebagai dasar untuk penyelenggaraan CASN. Sehingga adik-adik alumni ini bisa lebih siap di dalam menghadapi CASN," jelasnya.
"Animo keinginan untuk bisa mengikuti try out ini cukup besar. Kami buka dua hari saja itu jumlahnya sudah 517. Kami memang menyelenggarakan kegiatan ini agar adik-adik tidak mudah tertipu. Bahwa tes CPNS ini memang tidak berbayar sama sekali. Gimana mau melakukan kecurangan, nilainya sudah langsung live score, habis gitu sudah langsung dilakukan perankingan itu kan hal yang mustahil kalau melakukan kecurangan," tambahnya.
Yuyun mengatakan sejauh ini usulan formasi CPNS yang diajukan Pemprov Jatim ke Kemenpan RB belum mendapat persetujuan. Total formasi ada 2.100 CPNS.
"Kami usulkan 2.100 ke Kemenpan RB. Sejauh ini masih belum mendapat persetujuan. Namun, Insya Allah tahun 2026 ini ada seleksi CPNS untuk Pemprov Jatim," tandasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















