MADIUN - MADIUN - Di balik hiruk-pikuk perkembangan Kota Madiun sebagai kawasan urban modern, ternyata masih tersimpan jejak-jejak sejarah yang selama ini luput dari perhatian. Pemerintah Kota Madiun mulai menelusuri berbagai peninggalan bersejarah yang tersebar di sejumlah kelurahan, sebagai langkah awal untuk menggali nilai sejarah sekaligus mengembangkannya menjadi potensi wisata berbasis budaya bagi masyarakat.
Penelusuran ini dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, meninjau sejumlah situs bersejarah sambil bersepeda pada Kamis pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengidentifikasi secara langsung potensi sejarah dan budaya yang tersimpan di berbagai wilayah.
Penelusuran diawali di Kelurahan Sogaten, yang dikenal memiliki keterkaitan erat dengan tokoh penyebar agama Islam, Kiai Ageng Reksogati. Tokoh yang diyakini merupakan utusan Kasultanan Demak tersebut disebut pernah menetap di kawasan Sogaten pada abad ke-16. Di lokasi tersebut, Plt. Wali Kota turut meninjau sejumlah benda yang dipercaya masyarakat setempat sebagai peninggalan bersejarah terkait tokoh tersebut.
Salah satu temuan menarik dari kunjungan ini adalah keberadaan beberapa genta, yakni lonceng kecil yang hingga kini masih digunakan dalam ritual keagamaan umat Hindu. Genta tersebut lazim dibunyikan oleh pemangku atau sulinggih saat memimpin persembahyangan dan upacara keagamaan di pura. Keberadaan benda ini menjadi salah satu temuan yang akan ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui latar belakang serta kaitannya dengan sejarah kawasan Sogaten.
Baca Juga : Menjelajahi Museum Anjuk Ladang: Destinasi Wisata Sejarah dan 'Lorong Waktu' di Nganjuk
Bagus Panuntun menjelaskan bahwa informasi mengenai keberadaan situs ini pertama kali diperoleh dari masukan warga melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).
“Kemarin dapat beberapa informasi bahwa ini dimulai dari Sogaten, kemarin waktu pertemuan LPMK, dari LPMK itu menyampaikan bahwa ada petilasan, nanti kita kunjungi. Dari beberapa kegiatan tadi saya pengen lihat, apa yang nanti bisa dilakukan, melihat potensi-potensi yang kita lihat hari ini, makanya tadi kami lihat bentuknya seperti apa, bayangannya nanti kita bikin seperti apa. Cerita-cerita di masing-masing kelurahan ini ada, yang saya harapkan teman-teman para pelaku seni budaya dari beberapa peninggalan ini bisa bikin cerita masing-masing,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Madiun berencana menggali lebih mendalam sejarah dan narasi dari setiap situs yang terdapat di masing-masing kelurahan. Para pelaku budaya, tokoh masyarakat, hingga warga diharapkan turut berperan aktif menghimpun informasi dan sejarah lokal, sehingga setiap kelurahan memiliki identitas serta kisah tersendiri yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan baru bagi pariwisata berbasis budaya di Kota Madiun.
Editor : Iwan Iwe



















