MADIUN - Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak yang dilaporkan hilang sejak sebulan lalu di Madiun. Kasus tersebut terungkap pada Senin (26/10/2026).
“Jadi, terkait berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu, berhasil kita ungkap. Ternyata, keduanya merupakan korban tindak pidana pembunuhan,” ujar Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.
Pelaku diduga merupakan suami siri korban. Setelah menghabisi nyawa ibu dan anak tersebut, pelaku bahkan sempat berpura-pura membantu keluarga korban melaporkan kehilangan mereka ke kantor polisi.
“Pembunuhan dilakukan oleh suami sirinya karena percekcokan di sebuah hotel di wilayah Kota Madiun. Korban dibunuh dengan cara dicekik. Setelah itu, jasadnya dibawa keluar dari hotel. Anak korban juga diperlakukan serupa, tetapi pembunuhannya dilakukan di tempat berbeda, yakni di dalam mobil,” imbuhnya.
Baca Juga : Polisi Dalami Kasus Suami Siri Tega Bunuh Istri dan Anak di Madiun
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pelaku. Penyelidikan tersebut kemudian mengarah pada penangkapan pelaku di wilayah Jombang.
Pelaku diketahui sempat ikut bersama keluarga korban yang datang dari Bogor untuk melaporkan hilangnya ibu dan anak tersebut ke Polres Madiun Kota.
“Pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun untuk melaporkan kehilangan kedua korban ke Polres Madiun Kota,” jelas Jumhur.
Baca Juga : Motif Tersangka Bunuh Pria Bersarung Batik di Probolinggo, Kesal Jadi Korban Pelecehan Seksual
Setelah membunuh kedua korban, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar dan memotong jasad korban. Namun, detail tindakan tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan keterangan resmi kepolisian.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mendalami motif pembunuhan serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
“Pengakuan sementara, pelakunya masih satu orang. Namun, kami akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain,” pungkasnya.
Editor : Iwan Iwe























