JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember memberikan jawaban atas pandangan umum tujuh fraksi DPRD terhadap rancangan APBD 2027.
Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam rapat paripurna, menyampaikan tanggapan atas berbagai catatan yang disampaikan legislatif.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah target Pendapatan Asli Daerah atau PAD, yang diproyeksikan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah menyebut, penyesuaian target tersebut merupakan langkah rasional dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi pendapatan daerah.
Di sisi lain, Pemkab Jember mengaku akan terus memperkuat sistem digitalisasi pembayaran pajak serta pengawasan pendapatan untuk menekan potensi kebocoran.
Sementara dari sisi belanja, pemerintah daerah memastikan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Di antaranya, program di bidang kesehatan dan pendidikan, seperti Home Care serta program beasiswa Cinta Bergema.
Bupati menegaskan, program-program tersebut tidak hanya akan dipertahankan, tetapi juga diupayakan memiliki cakupan yang lebih luas pada 2027.
Pemkab Jember juga menilai sejumlah masukan dari fraksi DPRD sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Karena itu, pembahasan rancangan APBD 2027 selanjutnya akan diarahkan pada penajaman program agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.
SOT
Muhammad Fawait – Bupati Jember
Rancangan APBD Jember 2027 diproyeksikan mencapai Rp5,5 triliun. Sementara itu, defisit anggaran diperkirakan sekitar Rp984 miliar yang akan ditutup melalui skema pembiayaan, termasuk utang daerah dan SiLPA tahun sebelumnya.
Lutfi Qurrohman / JTV
Editor : JTV Jember



















