PAMEKASAN - Air mata Tonas (52), warga Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tak kuasa terbendung saat mengenang perjuangannya mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Selama tiga tahun, ia menyisihkan sebagian penghasilannya dari bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain. Pekerjaan serabutan pun sesekali dilakoninya demi menambah tabungan.
Namun, di tengah penghasilan yang tak menentu, impian sederhana itu tak mudah diwujudkan.
Bagi Tonas, setiap rupiah yang berhasil disisihkan memiliki arti tersendiri. Di antara kebutuhan hidup yang harus dipenuhi setiap hari, ia berusaha tetap menabung, meski sedikit demi sedikit. Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang layak terus ia jaga, seiring perjuangan memenuhi kebutuhan hidup.
"Sudah tiga tahun saya ingin punya rumah. Uang yang saya tabung, tapi belum tercapai juga," tutur Tonas dengan mata berkaca-kaca, Rabu (21/10/2026).
Penantian panjang itu mulai menemukan jawabannya. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Tonas mendapat bantuan pembangunan rumah layak huni.
Tangis haru pun pecah. Perjuangan bertahun-tahun sebagai buruh tani dan pekerja serabutan kini berbuah harapan.
"Saya bersyukur sudah dibantu buatkan rumah. Terima kasih kepada perangkat desa, terutama Bapak Kades H. Moh. Zuhri, dan juga kepada Bapak Dandim Pamekasan," ujar Tonas.
Baca Juga : Tinjau TMMD di Kediri, Kolonel Herry: Progresnya Nyaris 90 Persen!
Bagi Tonas, rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Di balik impian itu, tersimpan peluh yang bertahun-tahun jatuh di ladang milik orang lain, tenaga yang terkuras dari pekerjaan serabutan, serta harapan yang terus ia jaga meski penghasilannya tak seberapa dan ada impian yang selama tiga tahun terus diperjuangkan.
Kini, melalui program TMMD ke-130 di Pamekasan, harapan Tonas menjadi bagian dari potret perjuangan masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan. Program ini tak sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa harapan bagi warga yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan ekonomi.
Di balik setiap batu bata yang disusun, ada harapan yang dibangun. Dan di balik air mata seorang buruh tani, tersimpan makna pengabdian TNI bersama rakyat, menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang membutuhkan. (*/MH).
Baca Juga : Dansatgas TMMD Tinjau Langsung Desa Gadungan, Progres RTLH Dan Sumur Bor Capai 65 Persen
Editor : JTV Madura























