JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M. Qodari, di Kantor KSP, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Pertemuan itu membahas langkah strategis penguatan kompetensi jurnalis dan keberlanjutan ekosistem pers nasional di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menegaskan bahwa tantangan terbesar jurnalisme saat ini adalah kualitas informasi di media sosial yang kian mengkhawatirkan.
"Informasi di media sosial makin hari makin mengkhawatirkan. Untuk itu, dibutuhkan sosok jurnalis yang lebih kuat secara kapasitas dan integritas," ujar Herik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).
Ia mendorong adanya regulasi tegas agar para penyebar informasi di media sosial juga tunduk pada kode etik dan menggunakan standar jurnalisme profesional.
Dalam audiensi tersebut, IJTI memaparkan lima pilar utama yang menjadi fokus organisasi, yaitu peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan, regulasi yang mendukung ekosistem pers sehat, kaderisasi generasi muda jurnalis, peningkatan kesejahteraan jurnalis, serta dukungan multi-pihak dari seluruh elemen bangsa.
Menanggapi hal itu, Kepala KSP M. Qodari memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif IJTI. Menurutnya, IJTI memiliki peran vital dalam menjaga marwah pers di Indonesia.
"IJTI memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang dapat dipertanggungjawabkan," tegas Qodari.
Qodari juga menyambut baik usulan penataan informasi di ranah digital. Ia mendorong IJTI untuk aktif memberikan masukan konkret terkait regulasi baru.
"Kami mendorong IJTI untuk mengusulkan regulasi baru terkait publikasi informasi di media sosial agar memiliki standar Kode Etik Jurnalistik. Hal ini penting agar ruang digital kita tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan," tambahnya.
Melalui pertemuan ini, IJTI dan KSP sepakat memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan yang melindungi kepentingan publik akan informasi akurat, sekaligus memastikan profesi jurnalis tetap bermartabat di era digital. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















