Menu
Pencarian


Bersih-bersih Sungai Kalimati Muncar Terus Berlanjut, Kini Fokus ke Muara dan Pasang Trash Barrier

JTV Banyuwangi - Jumat, 30 Oktober 2026 00:02
Bersih-bersih Sungai Kalimati Muncar Terus Berlanjut, Kini Fokus ke Muara dan Pasang Trash Barrier
Plt Kepala DLH Bayu Hadiyanto menekankan pentingnya mengatasi masalah sedimen dan bangkai kapal selain sampah itu sendiri.

Aksi bersih-bersih secara gotong royong di Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terus berlanjut. Memasuki hari keempat, Kamis (29 Oktober 2026), petugas gabungan fokus membersihkan kawasan muara.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto mengatakan, target pembersihan tumpukan sampah di kawasan Kalimati ini dipatok selesai dalam waktu sepekan.

Pembersihan sudah dilakukan mulai Senin (26/10/2026), melibatkan warga setempat dan berbagai elemen. 

"Hasil inventarisasi kita, sampah yang berhasil dikumpulkan untuk hari pertama itu sebanyak 12,5 ton, hari kedua 18,3 ton, hari ketiga ada 9,1 ton, dan hari ini 5,7 ton. Jadi total sekitar 45,6 ton selama 4 hari," kata Bayu.

Baca Juga :   Aksi Bersih Sungai Kalimati Muncar, Bupati Ipuk Imbau Warga Stop Buang Sampah Sembarangan

Selama tiga hari itu, petugas berhasil membersihkan sampah di sepanjang 700-800 meter kawasan Kalimati. Saat ini PR nya tinggal di kawasan muara. 

"NGO Sungai Watch juga telah memasang trash barrier di aliran sungai. Fungsinya untuk melihat apakah warga masih ada yang membuang sampah ke sungai sekaligus menghalangi sampah yang ada di muara masuk ke aliran sungai," jelasnya. 

Baca Juga :   Libatkan Berbagai Unsur, Sungai Kalimati Muncar Kembali Dibersihkan

Bayu menjelaskan, pembersihan di kawasan muara tidak hanya difokuskan pada sampah, tetapi juga mencakup normalisasi sedimen. Penanganan kawasan ini menggunakan alat berat yang telah didatangkan oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Selain itu, puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai di kawasan muara akan diangkut. Saat ini masih proses inventarisasi. Upaya itu dilakukan karena keberadaan bangkai kapal tersebut menghambat alur keluar-masuk air saat pasang surut.

Baca Juga :   Tinjau Sungai Kalimati, Bupati Ipuk Siapkan Penanganan Terintegrasi dan Berkelanjutan

"Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya aja ternyata, sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan," kata Bayu.

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.