JOMBANG - Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Jombang belum sepenuhnya rampung. Dari total 306 desa dan kelurahan, masih ada 96 wilayah yang belum membangun koperasi akibat kendala pengadaan lahan.
Saat ini, sebanyak 210 Kopdes telah berdiri dan ditargetkan mulai beroperasi serentak pada akhir Juli 2026. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan agar program tersebut berjalan sesuai target nasional.
Bupati Jombang Warsubi melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Kopdes di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Senin siang. Sidak ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat berjalan optimal.
Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penguatan ekonomi desa melalui koperasi.
Baca Juga : KDMP Jatim Disorot Politikus: Ambisi Besar, Realisasi Masih Jadi Tantangan
Selain meninjau bangunan, bupati bersama rombongan juga mengecek fasilitas penunjang yang telah diserahkan kepada pengurus koperasi. Di antaranya kendaraan operasional seperti truk, pikap, dan roda tiga.
Warsubi mengakui, belum seluruh desa dapat merealisasikan pembangunan koperasi. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan yang sesuai dengan ketentuan.
“Kami masih berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk desa-desa yang belum memiliki lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0814 Jombang Dicky Prasojo menyebut pemerintah pusat menargetkan peluncuran seribu koperasi secara serentak di seluruh Indonesia pada akhir Juli 2026.
Di Jombang, dari total 306 desa dan kelurahan, sebanyak 210 Kopdes ditargetkan siap beroperasi pada waktu tersebut. Sedangkan 96 lainnya masih dalam tahap koordinasi, terutama terkait penyediaan lahan.
Pemerintah daerah berharap seluruh kendala dapat segera teratasi agar manfaat koperasi benar-benar dirasakan masyarakat desa, khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. (Saiful Mualimin)
Editor : JTV Kediri



















