Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga sebagai surga kuliner dengan karakter rasa yang kuat, berani, dan khas Jawa Timur. Penggunaan petis, bumbu pekat, serta perpaduan rasa gurih–manis–pedas menjadi ciri utama masakan Surabaya.
Berikut 7 makanan khas Surabaya yang paling terkenal dan mencerminkan identitas kuliner kota ini.
1. Rujak Cingur
Rujak cingur merupakan ikon kuliner Surabaya yang paling melegenda. Hidangan ini memadukan sayur, buah, dan irisan cingur (mulut atau hidung sapi) yang direbus hingga empuk. Keistimewaannya terletak pada saus petis udang yang diulek bersama kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, dan pisang batu. Rasa rujak cingur sangat kompleks—gurih, manis, sedikit pahit, dan beraroma kuat—sekaligus mencerminkan karakter masyarakat Surabaya yang tegas dan apa adanya.
Baca Juga : Pacific Caesar Optimis Tembus Playoff IBL 2026
2. Lontong Balap
Lontong balap adalah makanan tradisional yang sudah ada sejak era kolonial. Seporsi lontong balap terdiri dari lontong, tauge rebus, tahu goreng, lentho (gorengan kacang tolo), dan siraman kuah bening yang gurih. Nama “balap” berasal dari kebiasaan para penjual zaman dahulu yang berjalan cepat sambil memikul dagangan. Rasanya ringan dan segar, menjadikan lontong balap pilihan tepat untuk makan siang.
3. Rawon
Baca Juga : Surabaya Tancap Gas Menuju kota Modern: Transformasi Transportasi Umum yang Semakin Terintegrasi
Rawon merupakan sup daging sapi berkuah hitam yang terkenal di Surabaya dan sekitarnya. Warna hitam pekat berasal dari kluwek, bahan khas yang memberikan aroma dan rasa unik. Rawon biasanya disajikan dengan nasi putih, tauge pendek, telur asin, sambal, dan kerupuk udang. Kuahnya yang dalam dan kaya rempah menjadikan rawon sebagai salah satu warisan kuliner paling bernilai dari Jawa Timur.
Semanggi adalah kuliner tradisional yang kini semakin Langkah. Hidangan ini menggunakan daun semanggi dan tauge rebus yang disiram saus kental berbahan ubi jalar, dan petis. Disajikan di atas daun pisang dan disantap dengan kerupuk puli. Semanggi memiliki cita rasa manis-gurih yang sederhana namun sangat khas, mencerminkan budaya kuliner raykat Surabaya tempo dulu.
5. Tahu Tek
Baca Juga : 10 SMA/SMK Negeri Tertua di Surabaya, Berikut Daftarnya
Tahu tek adalah jajanan malam favorit warga Surabaya. Nama “tek” berasal dari bunyi yang digunakan penjual untuk memotong bahan. Isinya meliputi tahu goreng, lontong, kentang goreng, tauge, dan telur dadar, lalu disiram saus kacang bercampur petis. Perpaduan tekstur renyah dan lembut serta rasa gurih-manis membuat tahu tek digemari berbagai kalangan. Tahu tek bukan hanya makanan pengganjal lapar, tetapi juga bagian dari budaya kuliner malam masyarakat Surabaya.
6. Bebek Goreng
Bebek goreng merupakan salah satu kuliner khas yang sangat populer di Surabaya. Bebek dimasak dengan bumbu rempah khas Jawa Timur hingga empuk, kemudian digoreng sampai kulitnya renyah. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi putih, lalapan, dan sambal pedas yang tajam. Cita rasa gurih dan tekstur daging yang lembut menjadikan bebek goreng Surabaya favovrit masyarakat lokal maupun wisatawan.
Baca Juga : Menjamur dan Dinamis, Inilah Top 5 Kafe Favorit untuk "Nongkrong" dan "Work from Cafe" di Surabaya
7. Pecel Surabaya
Pecel Surabaya memiliki perbedaan mencolok dibanding pecel dari daerah lain. Bumbunya lebih kental dan terkadang dicampur petis, menciptakan rasa yang lebih gurih dan tajam. Sayuran rebus seperti bayam, kacang Panjang, lalu disajikan dengan rempeyek atau kerupuk. Pecel ini menjadi bukti varian kuliner tradisional Surabaya dan mencerminkan kekayaan cita rasa lokal menjadi bukti bahwa masakan sederhana pun dapat memiliki identitas yang kuat.
Editor : M Fakhrurrozi



















