SURABAYA - Di tengah ketegangan konflik antara Iran - Amerika Serikat dan Israel, Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia memastikan sebanyak 6.047 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan aman.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menyampaikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan dan dinamika penerbangan dalam beberapa hari terakhir.
"Prioritas kami adalah keselamatan dan perlindungan jemaah," ujarnya dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Haji dan Umrah RI.
Ichsan menjelaskan, sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, kepulangan ribuan jemaah berlangsung secara bertahap melalui 17 penerbangan. Rinciannya, 4.200 jemaah pulang dengan 12 penerbangan pada 28 Februari 2026, dan 2.047 jemaah pulang dengan 5 penerbangan pada 1 Maret 2026.
Ichsan memastikan seluruh proses dikawal secara terkoordinasi bersama pihak-pihak terkait guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan.
Sementara itu, hingga sebelum musim haji, tercatat 43.363 calon jemaah dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masih dijadwalkan berangkat. Pemerintah mengingatkan agar setiap PPIU bertanggung jawab penuh atas pemberangkatan, pelayanan di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah.
"Kami menghimbau kembali, mengingatkan kepada setiap penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk melaksanakan amanah dan kewajibannya secara penuh mulai dari pemberangkatan, pelayanan di Arab Saudi hingga kepulangan jemaah kembali ke tanah air. Karena memang situasi ini membutuhkan ketenangan dan saling pengertian antara PPIU dan juga para jemaah kita,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan akan memberikan pendampingan penuh apabila jemaah menghadapi persoalan hukum, situasi darurat, maupun kendala lainnya selama berada di Arab Saudi atau di negara transit. Jemaah yang membutuhkan bantuan diminta segera menghubungi KBRI atau KJRI terdekat.
Menurut Ichsan, koordinasi terus dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri RI dan seluruh perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.
Pemerintah juga mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat umrahh dalam waktu dekat menunda keberangkatan demi keselamatan.
"Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan kami juga menghimbau kembali kepada jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan hingga situasi kembali kondusif,” imbuh Ichsan.
Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan resmi Pemerintah guna menjaga keselamatan bersama. (*)
Editor : A. Ramadhan



















