Cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi menyebabkan 500 lebih jemaah haji dilaporkan meninggal selama musim Haji 1445 Hijriah/2024 Masehi. Dilansir dari data AFP, total kematian sejauh ini sudah mencapai 577 jemaah. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah ke depannya.
Ribuan orang juga mengalami heatstroke akibat cuaca panas ekstrem ini. Menurut pihak berwenang Saudi, 2.000 jemaah yang menderita heatstroke saat ini sedang dirawat. Sebanyak 323 jemaah yang meninggal adalah warga Mesir, sementara Yordania sebanyak 60 jemaah.
Heatstroke atau serangan panas berlebihan yang mengakibatkan jemaah meninggal biasanya menyerang para lansia dengan penyakit bawaan.
Berdasar data laporan tim misi kesehatan PPIH Arab Saudi, tercatat ada 184 jamaah tanah air yang menjalani perawatan di tenda misi kesehatan haji di Mina. Dari jumlah itu, 12 orang mengalami heatstroke. Dua di antaranya akhirnya meninggal.
”Dua jamaah ini memiliki riwayat penyakit berat. Akibat heatstroke, penyakit mereka kembali kambuh. Kami sudah berusaha menangani, tapi mereka tak tertolong,” kata Kasi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah Karmijono seperti dikutip dari Jawa Pos.
Saat ini, total jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia per Rabu (19/6/2024) menurut data Kemenag mencapai 165 orang.
Sementara itu, sejumlah video yang memperlihatkan para jemaah yang diduga meninggal viral di media sosial X. Jasad-jasad yang diduga tewas karena cuaca panas ekstrem itu digeletakkan begitu saja di jalanan. Sampai saat ini, pemerintah Arab Saudi belum memberi informasi lebih lanjut soal kejadian tersebut.
Arab Saudi tengah dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 48 derajat Celsius. Di Mekkah, cuaca tercatat hingga 51 derajat Celsius. (*)
Editor : Iwan Iwe