Menu
Pencarian


408 Siswa Bersiap Menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan, Pembangunan Capai 93 Persen

JTV Pacitan - Senin, 10 Agustus 2026 13:44
408 Siswa Bersiap Menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan, Pembangunan Capai 93 Persen
Kepala Dinas Sosial Pacitan Heri Setijono saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kabupaten Pacitan terus dikebut. Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung 15 Agustus 2026, progres pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut kini telah mencapai sekitar 93 persen.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, mengatakan persiapan pelaksanaan MPLS terus dimatangkan. Meski belum seluruh fasilitas rampung, sejumlah bangunan utama dipastikan sudah dapat digunakan untuk menunjang kegiatan siswa. "Menjelang MPLS ini, insya Allah persiapannya semakin baik. Meskipun mungkin belum semuanya sarana bisa selesai karena memang tidak semuanya bisa kita gunakan tahun ini," ujar Heri.

Ia menjelaskan, dari total delapan bangunan asrama yang tersedia, untuk sementara hanya empat yang akan difungsikan. Dua asrama diperuntukkan bagi siswa laki-laki dan dua lainnya untuk siswa perempuan. Menurut Heri, empat asrama tersebut sudah cukup untuk menampung sebanyak 408 siswa yang terdiri dari siswa lama maupun siswa baru. "Jadi untuk 408 anak, baik yang lama dan baru, insya Allah gedung yang sedang dibangun ini sudah bisa ditempati," katanya.

Kapasitas empat gedung asrama tersebut bahkan masih belum terisi penuh. Setiap gedung mampu menampung sekitar 136 siswa. Dengan demikian, jika empat gedung difungsikan seluruhnya, kapasitasnya mencapai lebih dari 500 siswa. "Belum penuh, yang jelas. Satu gedung itu 136. Kalau dikali empat kan sudah 500 sekian. Sementara penghuninya ini baru 408," jelasnya.

Baca Juga :   Harga Minyak Goreng dan Beras di Pacitan Naik, Pedagang Sebut Harga dari Produsen Ikut Terkerek

Ke depan, kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan ditargetkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jenjang dan penerimaan siswa baru. Heri menyebut, apabila seluruh asrama nantinya dapat digunakan secara optimal dan seluruh jenjang pendidikan terisi penuh, jumlah siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan diperkirakan bisa mencapai sekitar 1.080 siswa. "Target asrama terpenuhi sebenarnya kalau semua itu penuh dari kelas 1 sampai kelas 3 atau kelas 1 sampai kelas 6, itu sekitar 1.080-an," ungkapnya.

Penerimaan siswa baru juga akan dilakukan secara bertahap. Seiring dengan kenaikan kelas, rekrutmen siswa baru akan terus dilakukan hingga memenuhi kapasitas pada masing-masing jenjang pendidikan. "Iya. Seiring dengan kenaikan kelas, tentu nanti ada siswa baru yang direkrut sampai dengan tingkat yang terakhir di jenjangnya masing-masing. Kalau SD kan masih jauh," terang Heri.

Sementara itu, seluruh siswa yang saat ini masih berada di lokasi sebelumnya juga akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi. Heri menyebut, siswa dari lokasi 23 dan 46 nantinya akan menjadi satu kesatuan dalam sistem SR Terintegrasi di satu tempat. "Semuanya, 23 dan 46 nanti dipindahkan jadi SR, SR terintegrasi satu tempat," tegasnya.

Baca Juga :   Perkuat Sinergi Stakeholder, PLN Nusantara Power UP Pacitan Ikuti Latihan Menembak Bersama Lanal Pacitan

Sembari menunggu pembangunan dan persiapan fasilitas selesai, para siswa tidak lantas berhenti mengikuti proses pembelajaran. Dinas Sosial Pacitan bersama pihak Sekolah Rakyat telah memberikan pembekalan kepada siswa dan orang tua melalui pertemuan daring. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengumpulkan siswa dan orang tua di masing-masing kecamatan. "Kemarin hari Jumat, kita sudah melaksanakan Zoom dengan anak-anak dan orang tua. Anak-anak dan orang tua kita kumpulkan di masing-masing kecamatan," kata Heri.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan penguatan sekaligus pembekalan kepada siswa dan orang tua terkait persiapan pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Heri memastikan, selama proses persiapan fasilitas berlangsung, siswa tetap mendapatkan pembelajaran melalui sistem jarak jauh yang dikoordinasikan langsung oleh pihak Sekolah Rakyat. "Intinya bahwa kita sedang mempersiapkan tempat yang terbaik untuk anak-anak sehingga anak-anak tetap dilakukan proses belajar jarak jauh. Ini langsung disiapkan oleh SR," jelasnya.

Pihak sekolah juga telah membentuk grup komunikasi bersama para siswa dan orang tua. Melalui grup tersebut, komunikasi dan penyampaian informasi pembelajaran akan dilakukan, termasuk pengaturan jadwal kegiatan sebelum seluruh siswa nantinya mengikuti pembelajaran secara penuh di fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi. "Mereka sudah buat grup-grup dengan anak-anak, nantinya komunikasinya lewat grup. Nanti penjadwalan kegiatannya mungkin di SR yang nanti yang menyiapkan," pungkas Heri. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.