PACITAN - Kekeringan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Pacitan. Hingga kini, 34 desa di delapan kecamatan telah mengajukan permintaan dropping air bersih kepada BPBD Pacitan. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan pengajuan bantuan air bersih tersebut mencakup sekitar 24.263 jiwa.
“Sampai saat ini yang sudah bersurat ke BPBD ada 34 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Kalau kita hitung, kurang lebih ada 24.263 jiwa yang membutuhkan layanan air bersih,” kata Erwin Selasa, (18/8) siang.
Menurut Erwin, permintaan dropping air bersih terus dipantau karena kondisi setiap wilayah berbeda. BPBD memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan pengajuan dari pemerintah desa dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Jadi setiap ada surat permohonan dari desa, kami tindak lanjuti dengan melihat kondisi di lapangan. Karena kebutuhan masing-masing desa berbeda, kami prioritaskan wilayah yang sumber airnya sudah mulai sulit dan masyarakat benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga : Pengibaran Bendera di Luweng Ombo Pacitan, Goa Terdalam se-Pulau Jawa
Erwin menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh panjangnya periode tanpa hujan di sejumlah wilayah Pacitan. Salah satunya Kecamatan Pringkuku yang tercatat mengalami 82 hari tanpa hujan.
“Memang ada beberapa wilayah yang hari tanpa hujannya cukup panjang. Salah satunya Pringkuku yang tercatat 82 hari. Ini menjadi perhatian kita karena semakin panjang tidak turun hujan, potensi kekurangan air bersih juga semakin besar,” jelasnya.
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan debit sumber air. “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air seefisien mungkin. Pemerintah desa juga kami minta segera melaporkan apabila kondisi sumber air semakin menurun, sehingga bisa segera kita lakukan penanganan,” pungkas Erwin.
Baca Juga : MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan, Langkah Baru Rokidah Mengejar Pendidikan
Hingga saat ini, BPBD Pacitan terus melakukan pemantauan dan menyiapkan dropping air bersih bagi wilayah yang membutuhkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















