PONOROGO - Sebanyak 31 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Ponorogo sepanjang Agustus 2026. Mayoritas kebakaran dipicu kelalaian manusia, terutama akibat aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api merembet ke area sekitar.
Kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dengan objek yang beragam, mulai dari lahan kosong, rumpun bambu, hingga bangunan milik warga.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan kelalaian menjadi salah satu faktor utama terjadinya kebakaran. Salah satu yang cukup sering ditemukan adalah aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja tanpa memastikan api benar-benar padam.
“Mayoritas memang karena kelalaian. Salah satunya membakar sampah, kemudian ditinggal, akhirnya api merembet ke rumpun bambu atau bahkan ke bangunan,” ujar Bambang Supeno.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau turut membuat api lebih mudah menjalar. Masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah kasus kebakaran di Ponorogo tercatat mencapai kurang lebih 100 kejadian.
Pada periode Januari hingga April, jumlah kebakaran masih relatif rendah, yakni di bawah lima kejadian setiap bulan. Namun, memasuki Mei hingga Agustus, kasus kebakaran meningkat menjadi belasan hingga puluhan kejadian per bulan.
Peningkatan tersebut terjadi seiring masuknya musim kemarau yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan mudah terbakar.
Petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Jika terpaksa melakukan pembakaran, api harus terus diawasi dan dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Editor : JTV Madiun

















