NGAWI - Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan nasional terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) yang saat ini telah menyentuh lebih dari 50 persen luas lahan pertanian di daerah tersebut.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, penerapan PRLB hingga akhir tahun 2025 telah mencapai 27.397 hektar dari total luas tanam padi sekitar 49.442 hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hasan Zunairi, mengatakan pada tahun 2026 ini pemerintah daerah menargetkan perluasan penerapan PRLB hingga mencapai 35 ribu hektar.
“Dari total luas tanam padi sekitar 49 ribu hektar, saat ini sudah sekitar 27 ribu hektar lebih yang menerapkan PRLB. Tahun ini kami menargetkan bisa meningkat hingga 35 ribu hektar,” ujar Hasan Zunairi.
Ia menjelaskan, penerapan PRLB dinilai mampu menekan biaya operasional petani, terutama dalam penggunaan pupuk kimia yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam pertanian.
Selain itu, DKPP Ngawi juga memfasilitasi petani dalam pembuatan mikro organisme lokal (MOL) agar ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi secara bertahap.
“Kami juga sudah melakukan uji laboratorium terhadap lahan yang menerapkan PRLB untuk memastikan efektivitasnya,” imbuhnya.
Hasan menambahkan, saat ini pembuatan MOL masih berbasis cair. Ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan untuk pengembangan pupuk organik dalam bentuk padat.
Dengan perluasan program PRLB ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Editor : JTV Madiun



















