SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat 197 tumbler ditemukan di sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, 24 tumbler telah diambil kembali, sementara 173 tumbler masih tersimpan aman menunggu pemiliknya.
Bagi yang kehilangan, dapat mengambil tumbler di Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang. Temuan ini membuktikan bahwa tumbler menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal di area stasiun maupun kereta.
Data ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar penumpang selalu memastikan kelengkapan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun. KAI juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan pelanggan terhadap barang bawaan pribadi.
Sesuai ketentuan, kehilangan atau kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang sehingga tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI apabila terjadi kehilangan.
KAI menerapkan mekanisme penanganan barang hilang yang terstruktur dan mudah diakses pelanggan:
1. Penumpang melaporkan kehilangan kepada petugas stasiun.
2. Petugas melakukan pengecekan daftar barang temuan di layanan Lost and Found.
3. Jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.
PT KAI Daop 8 Surabaya juga terus mengkampanyekan “Jangan Lupa Bawa Tumbler”. Selain itu, PT KAI Daop 8 mengimbau penumpang untuk waspada terhadap barang bawaan.
Guna mendukung kampanye ini, sejumlah stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh di wilayah Daop 8 Surabaya telah dilengkapi fasilitas Water Station, yaitu di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo.
Nantinya, secara bertahap seluruh stasiun keberangkatan akan dilengkapi fasilitas Water Station. Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat mengisi ulang air minum secara mandiri menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. Selain lebih hemat dan praktis, pengisian ulang ini membantu mengurangi sampah botol plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan.
KAI Daop 8 Surabaya mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan mendukung kelestarian lingkungan. Membawa tumbler, menjaga barang bawaan, serta mematuhi imbauan petugas merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan bersama. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengharapkan dukungan masyarakat untuk menciptakan transportasi publik yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















