SURABAYA - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur, (Kwarda Pramuka Jatim) menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) 2026. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Kwarda Pramuka Jatim, Arum Sabil, di Universitas Adi Buana Surabaya, Senin (14/9/2026).
Prosesi pembukaan dihadiri Rektor UAB, Untung Lasiyono dan Pelatih Kwarda Pramuka Jatim serta Dosen UAB, Sunyoto. Kegiatan KMD 2026 ini akan berlangsung selama 7 hari mulai Senin hingga Minggu (14-20/9/2026).
Prosesi pembukaan KMD 2026 ditandai dengan penyerahan bendera tunggul latih dari Arum Sabil kepada Sunyoto dan dilanjutkan dengan penyerahan kapak sebagai tanda pelatihan siap dimulai.
Dalam sambutannya, Arum Sabil mengatakan, tidak mudah untuk menjadi pembina Pramuka karena seorang Pembina bukan sekadar memiliki keterampilan dalam bidang kepramukaan saja, tapi juga harus bisa menjadi teladan untuk anggota Pramuka lain.
“Keberhasilan seorang pembina tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan kepada peserta didik. Namun, dapat tercermin dari tumbuhnya karakter positif dalam diri anak-anak yang dibina,” ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan KMD juga menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara dunia akademik dan Gerakan Pramuka. Menurutnya perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi dan pengabdian.
Dalam kesempatan yang sama, Arum Sabil mendorong kerja sama antara Universitas Adi Buana dan Gerakan Pramuka Jatim agar tidak berhenti menyelenggarakan KMD. Ia berharap kolaborasi dapat diperluas dalam bidang pendidikan lain.
“Saya ingin melihat semakin banyak Pramuka berprestasi yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa penuh,” katanya.
Arum Sabil menambahkan, beasiswa tidak hanya sekadar bantuan pembiayaan pendidikan saja, melainkan kesempatan membuka masa depan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Sementara itu, Sunyoto pelatih Kwarda Pramuka Jatim mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada 189 mahasiswa Universitas Adi Buana Surabaya.
“Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar ini diikuti 189 mahasiswa dan alumni khususnya PGSD dan PPKN. Harapannya para peserta ini mendapatkan keterampilan sebelum terjun ke sekolah atau lapangan,” paparnya.
Rektor UAB, Untung Lasiyono menjelaskan bahwa tantangan Pramuka di era digital sangat besar.
“Di Era digital saat ini Para pembina Pramuka tidak hanya memiliki ketrampilan tetapi juga harus menguasai teknologi. Namun yang terpenting jangan sampai teknologi menguasai para mahasiswa” paparnya usai memberi materi kepada para mahasiswa.
Untung Lasiyono menambahkan seorang pemimpin harus menguasai perkembangan teknologi demi kemajuan Pramuka. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















