SURABAYA - Modus penipuan dengan cara meminjam telepon genggam kembali meresahkan masyarakat, khususnya perempuan, di sejumlah wilayah Kota Surabaya. Pelaku diduga memanfaatkan rasa iba korban dengan berpura-pura menjadi pendatang yang tersesat dan mengalami kehabisan baterai ponsel.
Berdasarkan unggahan korban di media sosial, pelaku biasanya mendekati target dengan alasan tidak mengetahui arah jalan serta mengaku bukan warga asli Surabaya. Pelaku juga disebut tidak bisa berbahasa Jawa untuk meyakinkan korban bahwa dirinya berasal dari luar daerah.
Dalam aksinya, pelaku berpura-pura meminta bantuan untuk meminjam ponsel guna menghubungi teman atau kerabat. Namun, ketika korban lengah, pelaku langsung membawa kabur ponsel milik korban.
Sejumlah lokasi yang disebut kerap menjadi titik kejadian, antara lain kawasan Simo, Dukuh Kupang, Banyu Urip, Putat Jaya, hingga area sekitar kampus seperti Universitas Negeri Surabaya dan UIN Sunan Ampel Surabaya, serta wilayah Margorejo.
Salah satu korban melalui kolom komentar media sosial mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, namun mengalami kendala karena minimnya bukti pendukung.
“AKU KORBANNYA. AKU UDAH LAPOR POLISI TAPI GA PUNYA BUKTI jadi cuma sekadar buat surat laporan doang. Semoga orang ini cepat ketangkep polisi,” tulis akun korban.
Salah satu korban berinisial L memberikan keterangan, kejadian yang menimpanya terjadi pada Selasa siang 24/02/2026, saat dirinya tengah pulang bekerja, pelaku membuntuti kemudian mempepet motor korban, lantas meminta bantuan untuk meminjam hp. Pada kejadian tersebut, pelaku mengaku berasal dari Malang sehingga tidak tahu jalan Surabaya. "terakhir kendaraan yang dipakai adalah Beat dengan nopol L2412BBA," Ujar L
Saat ini korban sudah melaporkan kejadian yang menimpanya ke polsek terdekat dari tempat tinggal korban. Untuk kerugian, korban kehilangan satu buah ponsel genggam VIVO V50, korban berharap pelaku segera diamankan, agar tidak semakin banyak korban berikutnya.
Kejadian tersebut kemudian diunggah oleh saudara korban di media sosial, sehingga banyak korban lain yang memberikan pernyataan melalaui komentar. Dari keterangan beberapa korban, pelaku diduga telah menjalankan modus serupa sejak tahun 2018 dan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kecurigaan. Pelaku juga kerap mengganti nopol bahkan jenis kendaraan yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah meminjamkan barang pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Jika menemukan kejadian serupa, warga dapat segera melapor ke pihak berwajib.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menawarkan alternatif lain seperti membantu menghubungi nomor yang dimaksud tanpa menyerahkan ponsel secara langsung, karena beberapa korban menyebut nomor yang dihubungi pelaku adalah nomor palsu. (Mamluatus Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















