NGAWI - Dalam beberapa hari terakhir, warga di Kabupaten Ngawi mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram di tingkat pengecer. Kalaupun tersedia, harganya melonjak hingga mencapai Rp25 ribu per tabung, jauh di atas harga normal.
Kelangkaan LPG subsidi ini dirasakan masyarakat sejak awal bulan Ramadan. Sejumlah warga bahkan harus mencari hingga ke desa lain untuk mendapatkan tabung gas, itu pun dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.
Salah satu warga, Marsini, mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
“Sejak awal puasa sudah susah cari gas. Kalau ada di pengecer, harganya sampai Rp25 ribu. Padahal biasanya beli di pangkalan hanya Rp18 ribu,” ujarnya.
Baca Juga : Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Ngawi Aman Jelang Lebaran
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG di Jalan Raden Saleh, Aan Budi Prihastanto, menyebut pasokan LPG sebenarnya masih dalam kondisi normal. Namun, permintaan masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Pasokan sebenarnya normal, tapi permintaan naik drastis. Dalam beberapa hari terakhir juga sudah ada penambahan pengiriman,” kata Aan.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya pangkalan hanya menerima sekitar 120 tabung per pengiriman, kini jumlahnya ditambah sekitar 100 tabung. Untuk menghindari penimbunan, pembelian juga dibatasi dengan kewajiban menunjukkan kartu identitas (KTP).
Kondisi ini menyebabkan harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat pun berharap distribusi dapat segera kembali normal agar kebutuhan sehari-hari, khususnya selama Ramadan, dapat terpenuhi dengan harga terjangkau.
Editor : JTV Madiun



















