MADURA - Sejak pagi hari, ratusan warga Desa Kedungdung sudah mengantre di balai desa untuk menerima bantuan beras gratis dalam program yang digelar pemerintah pusat melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa setempat.
Sebanyak 529 keluarga penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kilogram beras yang diharapkan dapat membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Program yang melibatkan Bulog dan Pusat Pengendalian Pangan Nasional ini mendapat sambutan positif dari warga setempat.
Abdussalam, seorang tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa meskipun ada puluhan penerima yang telah meninggal, beras tetap didistribusikan kepada masyarakat miskin, janda, dan warga yang membutuhkan.
Pihak desa telah berkoordinasi dengan enam kepala dusun untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang berhak menerima.
"Kebetulan hari ini ada BLT pembagian beras dan alhamdulillah telah tersalurkan semuanya terhadap masyarakat yang berhak menerima," kata Abdussalam.
"Saya selaku tokoh masyarakat dan PJ sendiri adalah ipar saya menyampaikan bahwasanya semua bantuan BLT tersalurkan semuanya. Adapun yang berhak menerima yaitu dari enam dusun Desa Kedungdung, total yang menerima semua 529," tambahnya.
Selain itu, Abdussalam juga menambahkan bahwa ini adalah kali kedua Desa Kedungdung menerima bantuan beras dari Badan Pangan Nasional.
"Diharapkan masyarakat dapat merasakan dan memanfaatkan bantuan ini dengan benar," ujarnya.
Distribusi bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan tepat sasaran kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, sehingga diharapkan bisa membantu meringankan beban hidup mereka di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (Ali Muhdor/Dhelfia Ayu)
Editor : Iwan Iwe