Menu
Pencarian

WALHI Jatim Duga Banjir Bandang di Ngantang Akibat Kerusakan Hutan

Portaljtv.com - Jumat, 14 April 2023 20:39
WALHI Jatim Duga Banjir Bandang di Ngantang Akibat Kerusakan Hutan
Banjir Bandang di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Membawa Material Kayu Dengan Ukuran Besar.

BATU - Bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Kamis (13/4/23) menjadi sorotan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Timur. Pasalnya, banyak material berupa gelondongan kayu hingga rumpun bambu yang terbawa oleh banjir tersebut. 

Melihat kondisi itu, WALHI menyimpulkan bahwa penyebab banjir tak hanya karena faktor alam saja. Melainkan, muncul dugaan kuat bahwa banjir diakibatkan adanya alih fungsi hutan di bagian hulu. 

"Artinya, ketika terjadi bencana hidrometeorologi ini perlu dikaji secara keseluruhan, termasuk soal perencanaan tata ruang di kawasan hutan. Jangan-jangan, ada aktivitas di bagian hulu yang berlebihan,” kata Pradipta Indra, Manajer Hukum dan Advokasi WALHI Jatim.

Melihat dari sejumlah material banjir bandang yang ada, dimungkinkan ada kerusakan ekologis di bagian hulu. Material lumpur setinggi 2 meter yang menerjang juga pastinya terjadi karena erosi akibat tidak adanya pohon tegakan.

Baca Juga :   Akses Menuju Bromo Tertutup Longsor, Wisatawan Sempat Tertahan

”Meski kami belum terjun langsung ke bagian hulu, tapi melihat berbagai material itu bisa jadi menunjukkan bahwa ada yang rusak di bagian hulu,” ungkapnya.

Berdasarkan data WALHI Jatim, pihaknya kerap menerima laporan terkait pembukaan lahan di wilayah Malang Barat, yaitu Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Sehingga, diduga kuat bahwa bencana yang terjadi di wilayah tersebut juga terjadi akibat masifnya alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan. 

"Idealnya, bencana hidrometeorologi tidak akan terjadi ketika di bagian hulu masih terdapat banyak pohon penyangga," katanya. 

Baca Juga :   Batu Raksasa Longsor Tutup Jalur Perbukitan Piket Nol Lumajang-Malang

Kendati begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan soal penyebab pasti bencana banjir bandang itu. Namun, jika berkaca dari bencana di banyak tempat, bencana hidrometeorologi terjadi bukan hanya karena faktor perubahan iklim semata.

"Bisa jadi, ada aktivitas pada bagian hulu yang membuat kerusakan ekologis yang cukup fatal sehingga memicu terjadinya banjir bandang,” tandasnya. 

Diketahui, berdasarkan data Perum Perhutani menyebutkan daerah hutan yang beralih fungsi atau tergolong lahan kritis di Kabupaten Malang mencapai 10 ribu hektare. Lahan hutan kritis tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 2.435 hektare, hutan konservasi 2.012 hektare dan hutan produksi 5.621 hektare.

Baca Juga :   1 Korban Penambang Tertimbun Pasir Di Blitar Ditemukan Meninggal Dunia

Reporter :Rafli Firmansyah

Editor:Vita Ningrum





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.