PACITAN - Festival Film Horor (FFH) kembali digelar di Kabupaten Pacitan. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, FFH 2026 diharapkan semakin berkembang sebagai ruang ekspresi bagi sineas sekaligus menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Mengusung tema “Indigo”, FFH 2026 berlangsung pada 14–17 Oktober 2026. Pembukaan festival digelar di Pantai Pancer Dor dan diresmikan langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Rabu (14/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Mas Aji tersebut mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan ruang bagi para pelaku perfilman untuk menunjukkan kreativitas dan karya mereka. Ia berharap FFH terus mengalami peningkatan kualitas serta menjangkau lebih banyak sineas, baik dari Pacitan maupun berbagai daerah di Indonesia.
“Kita berharap FFH 2026 ini bisa lebih baik lagi, memberikan ruang kreativitas lebih untuk para sineas, baik sineas lokal Pacitan atau dari luar daerah,” kata Indrata.
Baca Juga : Festival Film Horor Pacitan 2026 Dongkrak Omzet Pedagang hingga 80 Persen
Menurutnya, keberadaan festival film tidak hanya berkaitan dengan perkembangan industri perfilman, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui penyelenggaraan FFH, kunjungan wisatawan diharapkan meningkat dan turut menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pacitan.
Penyelenggaraan tahun ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh perfilman nasional. Di antaranya sutradara sekaligus pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Garin Nugroho, serta aktor, penulis, dan sutradara Dennis Adhiswara. Komunitas Jogja Film Academy (JFA) turut hadir dalam rangkaian kegiatan festival.
Antusiasme insan perfilman terlihat dari jumlah karya yang masuk ke meja panitia. Ketua panitia FFH 2026, Idam Nugrahadi, menyebut sebanyak 290 film telah didaftarkan untuk mengikuti festival. Setelah melalui proses kurasi, sebanyak 75 film terpilih masuk nominasi untuk ditayangkan dalam rangkaian FFH 2026.
Baca Juga : Polres Pacitan Usut Dugaan Penipuan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan
“Peserta yang mendaftarkan karyanya berasal dari 42 kota dan provinsi se-Indonesia,” ujar Idam.
Puluhan film tersebut akan diputar melalui konsep bioskop rakyat yang tersebar di lima lokasi. Pemutaran berlangsung di Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Dharma, Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya, Bioskop Rakyat Gunung Karst Tobong di Alun-alun Pacitan, Bioskop Rakyat Gua Karst di Pasar Sawo, serta layar terbuka di lapangan bola voli Alun-alun Pacitan.
Konsep pemutaran di sejumlah titik tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan film kepada masyarakat. Dengan menghadirkan tontonan di ruang-ruang publik, FFH 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya sinema, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap film dan memperkuat posisi Pacitan sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas perfilman. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan























