PONOROGO - Sebuah truk pengangkut susu kemasan mengalami kecelakaan hingga terguling di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (20/2/2026). Insiden tersebut menyebabkan ratusan kardus berisi susu kemasan tumpah dan berserakan di badan jalan.
Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, terlihat muatan susu tercecer di sekitar lokasi kejadian. Tak lama setelah truk terguling, sejumlah warga di sekitar lokasi tampak berdatangan dan mengerumuni area kecelakaan.
Warga Ambil Muatan di Tengah Musibah
Bukannya membantu mengamankan lokasi, beberapa warga justru terlihat mengambil susu kemasan yang berserakan. Sebagian di antaranya bahkan membawa pulang beberapa kemasan susu yang masih utuh, sementara yang lain sibuk mengumpulkan produk yang tercecer dari kardusnya.
Aksi ini menarik perhatian negatif dari warganet. Banyak pengguna internet yang menyayangkan tindakan warga tersebut karena barang yang berserakan merupakan aset perusahaan atau pihak pengangkut. Netizen menilai warga seharusnya menunjukkan empati daripada mengambil keuntungan dari musibah orang lain.
Simpati untuk Sang Sopir
Kekhawatiran mengenai nasib pengemudi truk juga menjadi sorotan. Warganet merasa prihatin jika sopir harus menanggung kerugian materiil akibat barang yang hilang atau rusak.
“Itu bukan hak kalian… semoga lancar terus rezeki Pak sopir,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Senada dengan itu, komentar lain mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam. “Kasihan bagaimana nasib Pak sopirnya, semoga beliau dilancarkan rezekinya,” ungkap salah satu pengguna media sosial.
Evaluasi Perilaku Masyarakat di Jalan Raya
Kejadian ini kembali memicu perbincangan lama mengenai perilaku masyarakat saat terjadi kecelakaan kendaraan bermuatan. Dalam beberapa kasus serupa sebelumnya, muatan kendaraan yang tumpah sering kali menjadi rebutan warga ketimbang diamankan.
Padahal, secara hukum dan etika, muatan kendaraan tetap merupakan milik perusahaan dan tidak boleh diambil secara bebas. Hingga kini, video kejadian tersebut masih ramai diperbincangkan. Banyak pihak berharap masyarakat dapat lebih menunjukkan sikap empati dan membantu korban saat terjadi musibah di jalan raya. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe

















