JEMBER - Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menggelar edukasi konservasi alam di SMA Negeri 5 Jember. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi antargenerasi dalam melestarikan alam dan lingkungan hidup, yang saat ini kondisinya membutuhkan perhatian semua pihak.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai TNMB bersama jajaran dan pihak sekolah melakukan penanaman pohon secara bersama-sama. TNMB merupakan kawasan hutan lindung yang terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat di Jember, mulai dari ketersediaan air hingga memastikan ketersediaan oksigen bersih dengan mengurangi karbon dioksida.
Namun, TNMB juga mengalami degradasi hutan sebesar 0,018 persen, atau sekitar 2,3 hektare per tahun. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin hutan di TNMB akan mengalami kepunahan dalam 30 hingga 40 tahun mendatang. Oleh karena itu, pelestarian kawasan hutan menjadi prioritas bagi semua pihak.
Balai TNMB terus menggencarkan berbagai upaya konservasi. Salah satunya melalui edukasi ke sekolah-sekolah yang dinilai memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. SMA Negeri 5 Jember dipilih sebagai salah satu lokasi edukasi konservasi alam karena dinilai memiliki kepedulian yang baik, dibuktikan dengan penghargaan Adiwiyata yang telah diraih sekolah tersebut.
Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, RM Wiwied Widodo menegaskan dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa, diharapkan dapat membantu mengampanyekan pelestarian alam melalui konten-konten media sosial yang saat ini digemari oleh generasi Z.
“Kita ingin generasi muda ikut bergerak menjaga hutan, karena merekalah yang akan merasakan dampak langsung di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 5 Jember, Muhammad Lutfi Helmi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, selain menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya pelestarian alam, kegiatan ini juga dapat menjadi aksi nyata dalam mengampanyekan konservasi hutan melalui platform digital.
“Siswa kami aktif membuat konten edukatif di media sosial. Ini bisa jadi saluran untuk menyuarakan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan hidup,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda mampu memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan hidup, serta dapat menjadi agen perubahan demi masa depan yang lebih baik.
Editor : JTV Jember