SURABAYA - Tiga korban robohnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Ketiganya merupakan santri asal Surabaya.
Mereka adalah Firman Nur (16) warga Tembok Lor 3/8A Surabaya, Mohamad Azka Ibadurrahman (13) warga Jalan Randu Indah No. 14 Kenjeran Surabaya, dan Daul Milal (15) warga Sidokapasan Gang 8 No. 18 Surabaya. Jenazah ketiganya akan diserahkan kepada keluarga pada di RS Bhayangkara, Surabaya, Sabtu (4/10/2025) malam.
Sementara itu, operasi SAR pada hari keenam terus menemukan korban di balik reruntuhan musala. Hingga pukul 21.30 WIB, petugas berhasil mengevakuasi tiga korban dan satu bagian tubuh dari lokasi kejadian.
Rinciannya, pukul 14.35 WIB satu korban berhasil dievakuasi di sektor A4. Kemudian pukul 16.15 WIB satu korban kembali diekstraksi di sektor yang sama. Pada pukul 17.33 WIB ditemukan potongan kaki kanan dari panggul hingga telapak kaki, juga di sektor A4. Terakhir, pukul 21.10 WIB satu korban dievakuasi di sektor A1.
Baca Juga : Tiga Santri Surabaya Korban Musala Ponpes Al Khoziny Berhasil Diidentifikasi
Dengan temuan terbaru tersebut, total evakuasi pada hari keenam mencatat tiga korban dan satu body part di sektor A4 dan A1. Proses pencarian masih berlanjut, dengan fokus pembersihan puing di sisi utara yang tidak terintegrasi dengan struktur utama bangunan.
Berdasarkan data hingga hari keenam, jumlah korban robohnya musala Ponpes Al Khoziny mencapai 122 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, 18 meninggal dunia termasuk satu bagian tubuh. (*)
Baca Juga : RS Bhayangkara Kediri Bakal Gelar Fun Run 2024, Ada Hiburan Konser Musik yang Siap Meramaikan!
Editor : A. Ramadhan

















