BLITAR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar memicu fenomena tanah bergerak di Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben. Peristiwa ini membuat sedikitnya 20 rumah warga dan akses jalan desa mengalami retakan parah hingga terancam longsor.
Kondisi retakan tanah di lokasi kejadian tercatat cukup mengkhawatirkan. Pergeseran tanah sudah mencapai lebih dari satu meter dengan kedalaman retakan membentang hingga tiga meter.
Kepala Desa Bumirejo Seswoyo membenarkan bahwa ancaman bencana tersebut berdampak langsung pada pemukiman warga setempat. Kondisi retakan yang terus meledak dan melebar membuat bangunan rumah tidak lagi aman untuk ditinggali tanpa kewaspadaan tinggi.
"Ada 20 lebih rumah warga terancam longsor. Pasalnya, saat ini kondisi jalan maupun rumah warga sudah retak, retakan sudah melebar hingga satu meter lebih," ujar Seswoyo.
Baca Juga : Longsor di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Akses Masih Tertutup Total
Sebagai langkah penanganan darurat guna mengantisipasi pergerakan tanah susulan, petugas TNI, Polri, bersama warga setempat bergotong royong memasang patok pengaman serta menimbun celah-celah retakan menggunakan tanah.
Kendati upaya penanganan sementara telah dilakukan, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan kembali turun. Hal ini disebabkan arah retakan tanah terus bergerak mendekati area tebing yang sebelumnya sempat mengalami longsor. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri























