BASEL - Melanjutkan kesuksesan besar di panggung CSO ADA Ankara dan Het Concertgebouw Amsterdam, Jakarta Concert Orchestra (JCO) bersama Batavia Madrigal Singers (BMS) kembali menorehkan sejarah baru di Eropa. Di bawah kepiawaian konduktor Avip Priatna, ansambel kebanggaan Tanah Air ini mempersembahkan pertunjukan istimewa bertajuk "Symphony of the Archipelago" di Stadtcasino Basel, Swiss, pada Jumat (17/4/2026) malam. Konser bergengsi ini didedikasikan secara khusus untuk merayakan tonggak sejarah 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Swiss.
Penampilan memukau di Basel ini merupakan bagian dari misi diplomasi budaya yang mendalam. Pertunjukan tersebut merupakan kelanjutan langsung dari acara "Symphony of Friendship" yang sebelumnya digelar di Jakarta pada 7 April lalu, sebagai salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan hubungan bilateral kedua negara pada tahun ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menekankan bahwa hubungan antarmasyarakat dan pemahaman antarbudaya adalah fondasi utama dalam hubungan kedua negara. Dia menegaskan bahwa jalinan kerja sama yang telah terbina lama tidak bisa hanya mengandalkan jalur formal.
Baca Juga : Simfoni Nusantara Menggema di Het Concertgebouw Amsterdam
"Persahabatan kedua negara yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kemitraan selama lebih dari 7 dekade, tidak cukup hanya melalui perjanjian antarpemerintah," ujar Duta Besar Ngurah Swajaya. Dia juga menambahkan, "Musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan hati, pikiran, bahkan masa depan bersama."
Apresiasi senada turut diungkapkan oleh Duta Besar Markus Leitner, Dirjen Asia Pasifik Departemen Luar negeri Swiss, yang hadir mewakili pemerintah Konfederasi Swiss. Dalam kesempatan itu dia memuji inisiatif Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern yang berhasil menghadirkan kehangatan melalui musik. Menurutnya, pemahaman antarbudaya dan kontak langsung antarwarga terbukti menjadi elemen esensial dalam menjaga 75 tahun persahabatan kedua bangsa.
Menyambung semangat persahabatan tersebut, konduktor Avip Priatna menyampaikan pesan emosional dari atas panggung sebelum babak kedua dimulai.

"Kami percaya musik adalah anugerah terindah yang memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan membawa energi positif. Orkestra dan paduan suara secara khusus membawa kemampuan unik untuk menyatukan suara dan hati dalam harmoni," ungkap Avip Priatna.
Melalui diplomasi budaya ini, Avip berharap karya seni dapat menjadi instrumen penguat relasi antarnegara.
"Dalam semangat ini, musik hadir sebagai bentuk diplomasi yang halus namun sangat kuat. Kami berharap persembahan kami hari ini dapat semakin mempererat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Swiss," tuturnya.
Selama dua jam penuh, ratusan penonton yang memadati Stadtcasino Basel disuguhi kekayaan musikal Indonesia. Penampilan memukau ini didukung oleh para solois berbakat seperti Giovani Biga (biola), James Napoleon Lai (piano), Farman Purnama (tenor), Valentina Aman (mezzo-sopran), Nino Ario Wijaya (klarinet), serta Metta F. Ariono dan Marini Widyastari pada instrumen flute.

Sebagai bentuk penghormatan bagi publik tuan rumah, Avip Priatna menyisipkan kejutan dengan membawakan lagu tradisional Swiss berjudul "Z'Basel am mym Rhy" yang langsung disambut dengan antusiasme dan kekaguman dari para penonton.
Suguhan apik "Symphony of the Archipelago" di Swiss telah berhasil membawa citra positif dan kebanggaan bagi Indonesia, membuktikan bahwa kelompok musik yang digawangi musisi bertalenta tanah air ini kualitasnya mampu menandingi musisi-musisi kaliber dunia. Setelah kesuksesan di Basel ini, rombongan JCO dan BMS bersiap menuju Roma, Italia, untuk penampilan penutup tur Eropa mereka pada 21 April 2026. (*)



















