KEDIRI - KONI Kota Kediri memanfaatkan gelaran International Nusantara PBTI Series Jatim untuk mengenalkan potensi wisata dan UMKM lokal. Puluhan official, wasit, serta pengurus Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) diajak berkeliling Kota Kediri melalui program sport tourism.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah sentra Tenun Ikat Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Para peserta dikenalkan langsung pada proses pembuatan kain tenun tradisional khas Kota Tahu tersebut.
Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengatakan, program sport tourism menjadi bagian dari gagasan D’Cito atau Kediri City Tourism yang terus dikembangkan Pemkot Kediri. Menurutnya, Kota Kediri selama ini kerap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga regional hingga nasional.
“Setiap ada event olahraga pasti mendatangkan ribuan peserta. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mengenalkan wisata dan produk unggulan Kota Kediri,” ujarnya.
Baca Juga : Jembatan Kaliombo Ditutup, Perahu Tambang di Sungai Brantas Kebanjiran Penumpang
Melalui program tersebut, KONI bersama Pemkot Kediri rutin mengajak atlet, official, maupun perangkat pertandingan berkeliling kota. Salah satunya mengunjungi sentra tenun ikat Bandar Kidul yang menjadi ikon wastra Kota Kediri.
Selain memperluas promosi wisata, kegiatan itu juga diharapkan mampu mendongkrak penjualan UMKM lokal. Para peserta sport tourism tampak antusias melihat proses memintal benang hingga menenun kain secara langsung.
Wakil Ketua PBTI Kota Kediri Joko Ariyanto menyebut konsep sport tourism menjadi pengalaman menarik bagi para peserta kejuaraan. Sebab, selain bertanding mereka juga bisa mengenal budaya dan produk khas daerah.
Baca Juga : Es Campur 22 Pak Cipto, Kuliner Legendaris Kediri yang Bertahan Sejak 1980
Sentra Tenun Ikat Bandar Kidul sendiri telah beroperasi sejak era 1950-an. Kawasan yang berada di Jalan KH Agus Salim tersebut kini dikenal sebagai pusat kerajinan tenun tradisional khas Kota Kediri dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional.
Wakil Sekretaris Jenderal II PBTI Irene Yosephine mengaku terkesan dengan proses pembuatan tenun ikat yang masih mempertahankan teknik tradisional. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para official maupun pengurus PBTI dari berbagai daerah.
Selain mengunjungi sentra tenun ikat, peserta sport tourism juga diajak berkeliling pusat oleh-oleh di kawasan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Patimura Kota Kediri. (Beny Kurniawan)
Baca Juga : Jembatan Kaliombo 1 Kota Kediri Dibongkar, Jalur Kediri-Tulungagung Ditutup Total 7 Bulan
Editor : JTV Kediri



















