BANGKALAN - Bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board dari pemerintah kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur membawa dampak positif terhadap proses belajar mengajar. Digitalisasi pembelajaran yang sebelumnya masih menggunakan metode konvensional kini membuat kegiatan belajar semakin interaktif, atraktif, serta mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya anak usia dini.
Suasana pembelajaran yang lebih hidup tampak di salah satu kelas Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah naungan Yayasan Mutiara Idaman Bangkalan. Dibandingkan kelas lain yang masih menggunakan papan tulis biasa, siswa terlihat lebih antusias dan menikmati proses belajar dengan memanfaatkan smart board.
Perangkat berbasis teknologi layar sentuh ini mampu menarik perhatian siswa usia dini yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Melalui tampilan visual yang menarik dan interaktif, interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
Namun demikian, penerapan digitalisasi pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, bantuan yang diterima sekolah masih terbatas hanya satu unit, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bergiliran antar kelas.
Pembina PAUD/TK Mutiara Idaman, Titik Mulyati, mengatakan bahwa penggunaan smart board tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga mendorong para guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pembelajaran menggunakan smart board selain mengenalkan teknologi sejak usia dini kepada siswa, juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi melalui visual yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan ke depan pemerataan bantuan perangkat pembelajaran digital dapat terus ditingkatkan agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran berbasis teknologi.
Editor : JTV Madura



















