LUMAJANG - Demi bisa bersekolah, siswa sekolah dasar dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, harus digendong melintasi derasnya sungai aliran lahar Gunung Semeru atau DAS Kali Regoyo, Senin pagi.
Para siswa digendong oleh orang tua serta sejumlah relawan yang telah bersiaga di wilayah tersebut.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah akses darurat yang sebelumnya dibangun warga kembali hancur diterjang lahar Semeru pada Minggu sore kemarin. Sementara itu, jembatan limpasan yang membentang di tengah Sungai Regoyo dan selama ini digunakan untuk mobilitas warga telah hancur sejak Desember lalu.
Para orang tua dan siswa sebenarnya merasa takut menyeberangi sungai aliran lahar yang berbahaya. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lain untuk beraktivitas.
Sebagian besar siswa sekolah dasar tersebut menempuh pendidikan di SD Negeri Jugosari 03 yang berada di seberang sungai. Atas kondisi tersebut, para guru tidak memaksa siswa untuk datang ke sekolah. Bagi siswa yang tidak dapat hadir, pembelajaran akan dilakukan secara daring.
Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan gantung di wilayah itu agar mobilitas dan aktivitas warga, khususnya para siswa, dapat kembali berjalan normal.
Editor : JTV Jember



















