NGAWI - Volume sampah yang masuk di TPA Selopuro Kabupaten Ngawi masih cukup tinggi. Dalam sehari mancapai 35 ton sampah yang masuk. Meski begitu, jumlah itu terbilang menurun dibanding tahun sebelumnya seiring dengan adanya pengolahan melalui TPST.
Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Ngawi mencatat, setiap hari sebanyak 32-35 ton sampah masuk ke TPA Selopuro. Jumlah tersebut masih cukup tinggi meski terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 40 ton perhari.
Kepala bidang pengelolaan sampah dan limbah B3 DLH Ngawi, Bulkis Hani mengaku, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Selopuro setiap hari sekitar 35 ton perhari. Jumlah itu menurun dibanding dengan tahun sebelumnya yang mencapai 40 ton perhari. Penurunan volume sampah ini terjadi seiring dengan sudah beroperasinya TPST dan pengolahan sampah di TPA Selopuro. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat yang cukup baik dalam pengelolaan sampah rumah tangga juga turut berpengaruh. Keberadaan bank sampah yang ada di desa dan pengembangan tempat pengelolaan sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R).
Bulkis menambahkan, sampah yang masuk ke TPA Selopuro paling banyak dari rumah tangga, pasar wilayah kecamatan, dan juga industri yang sudah bekerjasama dengan DLH.
Bulkis Hani, kepala bidang pengelolaan sampah dan limbah B3 DLH Ngawi menjelaskan, “Kalo TPA Selopuro, kapasitas sampah yang masuk kurang lebih sehari itu 32-35 ton perharinya. Yang masuk dari sana itu, di wilayah Kecamatan Ngawi, dan Ibukota Kecamatan. Jadi, untuk kecamatan lain seperti Ngawi Padas, Karangjati, Ngrambe, Sine, itu terbatas masih di ibukota kecamatannya. Belum sampai ke wilayah desa desanya, itu masuk ke TPA Selopuro, termasuk sampah pasar.”
Sementara pada tahun ini DLH Ngawi juga tengah melakukan pengadaan lahan 1 hektar untuk pembuatan TPST di Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo. TPST tersebut nantinya akan menampumg sampah untuk wilayah kecamatan Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine. (Renata)
Editor : M Fakhrurrozi



















